Jadi Ajang Bancakan, KPK Diminta Usut Penyelewengan DAK Pendidikan

Jadi Ajang Bancakan, KPK Diminta Usut Penyelewengan DAK Pendidikan
Jakarta, Obsessionnews.com - Mahasiswa Peduli Pendidikan Indonesia (MPPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan. Karena diduga ada pelaku mafia anggaran di DAK pendidikan tersebut. Menurut Koordinator MPPI Sanjaya, DAK Pendidikan yang nilainya hingga trilyunan rupiah ini, di jadikan ajang bancakan bahkan kecenderungan saling cincai yang melibatkan beberapa oknum Diknas dan beberapa Konsorsium bahkan hingga melibatkan oknum anggota DPR RI. “Dalam melakukan bancakan tersebut mereka melakukan Monopoli, Konspirasi, Koruptif dan Manipulatif,” kata Sanjaya di Jakarta, Selasa (15/8/2017). Sanjaya mencontohkan, parameter bancakan tersebut dilakukan dengan cara mengatur penilaian buku, penyusunan spesifikasi, jenis dan kuantitas buku, penyusunan RAB, penyusunan anggaran di DPR RI, serta mengatur pembagian kuota bangi setiap konsorsium. ”Indikasi bancakannya seperti itu. Dan pembahasan anggaran,  DPR mendapatkan komisi 5persen dari total nilai anggaran yg disetujui, ” bebernya. Hingga saat ini, bancakan DAK Pendidikan masih terus berlangsung tanpa adanya pemeriksaan yang lebih mendalam karena banyaknya orang-orang kuat yang berada dalam lingkaran permainan ini termasuk salah satu anggota DPR RI dengan inisial SN hingga menyebabkan kerugian negara. “Untuk itulah kami mendesak penegak hukum agar bisa memeriksa para mafia ini,  agar pendidikan di Indonesia tidak carut marut, ” pungkasnya. Untuk diketahui, sejumlah MPPI menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK pada Senin (14/8 /2017). Dalam aksinya tersebut MPPI mendesak KPK untuk mengusut dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan. (Poy)