Tunjukkan Saja Akhlak Mulia

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah Di dunia media sosial, semua bebas untuk berbicara. Siapa saja bisa mengkritik siapapun, terlepas dia benar atau salah, tak peduli berilmu atau tidak, bebas saja. Tidak hanya itu, berita bohong bisa dibuat, dan fakta juga bisa direkayasa. Yang tak ada bisa jadi ada, yang ada bisa hilang. Media sosial memungkinkan semuanya. Saya mendapat banyak manfaat dari media sosial, dalam hal penyebaran dakwah. Tapi tentu sebaliknya juga ada, sebab kita tak bisa menguasai selain lisan sendiri. Akhirnya, banyak yang salah paham, menyimpulkan sesuatu dengan modal copas, dari grup sebelah, kata tetangga, atau bahkan dari akun yang tak bertanggung jawab. Hoax dengan mudah beredar. Yang tak dikatakan bisa dikutip dan dijadikan meme. Yang tak pernah diperbuat bisa terjadi, tabayyun jadi proses yang sangat langka. Bila ada di antara kita yang merasa begitu, satu-satu cara hadapi semua itu adalah sabar. Tak perlu reaktif dan membela diri, toh itu justru makin memperparah keadaan. Sebab yang memusuhi takkan percaya, yang bersama kita tak bertambah cinta. Terus saja berkarya, sebab tak ada yang lebih baik membela ketimbang karya-karya. Sibukkan saja dirimu menjadi lebih baik dan lebih dekat pada Allah, sebab sebetapapun manusia berusaha menjatuhkanmu, bila Allah ridha padamu, Allah akan mencukupi. Bagi kita, bijaklah di media sosia. Jangan sampai kebencian kita dan perjuangan dakwah kita membuat kita menghalalkan segala cara, merangkai hal yang tak benar. Beda Islam dengan yang bukan Islam adalah, bahwa Islam tak pernah menyetujui kesalahan yang dilakukan, walau itu tujuannya for the greater good. Jadilah yang terpercaya dalam berdakwah, yang bisa amanah saat didzalimi. Sebab apabila kita tetap taat saat didzalimi, itulah Muslim yang teruji akhlaknya.





























