Ancaman China

Ancaman China
Surat Pembaca Belakangan ini banyak beredar di medsos, tulisan-tulisan tentang ancaman China (RRC) terhadap Indonesia. Sementara banyak pula diantara pembacanya menanggapi dengan sinis dan beranggapan tulisan-tulisan itu hanya bersifat Hoax. Saya sendiri berpendapat sekalipun kita tidak perlu menjadi panik, tetapi tetap harus waspada. Sejarah sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu telah menunjukan kepada kita bahwa penguasa negeri China sejak dahulu memang mempunyai ambisi untuk menguasi kawasan kepulauan Nusantara ini. Jika kita masih ingat waktu remaja dulu, penggemar pembaca buku silat Kho Ping Ho, akan ingat bahwa bilamana disebutkan “tanah seberang lautan yang becek”, maka itu maksudnya kepulauan Nusantara kita ini. Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya (Sumatera Selatan) pernah juga dikemukakan pada suatu masa didirikan Universitas Budha oleh Itsing. Pada masa itu sebenarnya Sriwijaya selama beberapa waktu dijajah oleh China. Sebelumnya dimana Kerajaan Kertajaya, China (Kublai Khan) juga pernah mencoba menguasai kepulauan Nusantara ini, tetapi berhasil di usir oleh Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit) Ambisi China untuk menguasai Kepulauan Nusantara ini tidak pernah pudar, bahkan akhir-akhir ini semakin meningkat sejalan dengan ambisinya menjadi negara adi kuasa. Disamping kekayaan alamnya yang berlimpah, juga kawasan ini sangat penting artinya bagi kelangsasungan negeri China. Mengapa? Sejak Jalur Sutera tidak bisa lagi dilalui karena bagian-bagiannya dikuasai oleh negara2 yang berbeda, maka satu2nya jalur yang bisa dilalui untuk keluar masuk barang kebutuhan dari dan ke China adalah Selat Malaka. Ibaratnya anatomi tubuh manusia, maka Selat Malaka bagaikan “tenggorok” bagi China. Syarat utama China untuk menjadi negara Adi Kuasa adalah menguasai Selat Malaka, dan upaya ini dimulai dengan upaya China menguasai Laut China Selatan, yang terbukti eskalasi ketegangannya semakin meningkat dari hari ke hari. Kesimpulannya menurut saya ancaman China terhadap Indonesia bukanlah sekedar Hoax, tetapi sungguh-sungguh patut diwaspadai. Jakarta, 9 Agustus 2017Muchyar Yara - Jakarta