Unsoed Boyong 'Kefir' di Pekan Ilmiah Mahasiswa

Unsoed Boyong 'Kefir' di Pekan Ilmiah Mahasiswa
Purwokerto - Tepat pada 1 Agustus 2017 telah diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan berlangsung pada 23-28 Agustus 2017 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar (http://pimnas30.umi.ac.id/). PIMNAS merupakan tolok ukur dari prestasi penalaran mahasiswa di Indonesia. Setiap Perguruan Tinggi terus berupaya agar meraih prestasi tinggi dalam PIMNAS. Dari 420 tim dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah berhasil mengiriman delegasi PIMNAS nya di Makassar sejumlah 8 (delapan) tim yang dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed : 2 tim dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian sejumlah 2 tim, Fakultas Ilmu Budaya 1tim, 1 tim dari Fakultas Matematika dan IPA serta 2 tim dari Fakultas Peternakan. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksata Fakultas Peternakan Unsoed yang terdiri atas Pusporini (2014), Haeruman Alamsyah (2015), Tri Laras Wigati (2013) serta Mia Rahmawati (2015) mengkaji potensi limbah hasil pencucian bibit kefir setelah pengolahan kefir untuk dapat digunakan kembali, dengan dugaan sementara bahwa adanya Bakteri Asam Laktat yang masih terkandung di dalamnya yang berpotensi menekan pertumbuhan kapang atau jamur Aspergillus flavus pada jagung. Penelitian dengan judul Pemanfaatan Limbah Cucian Kefir Grain sebagai Agen Biokontrol untuk menekan Pertumbuhan Aspergillus flavus pada Jagung bertujuan untuk mengkaji potensi Bakteri Asam Laktat yang masih terkandung dalam limbah hasil cucian kefir grain sehingga harapannya, sebagai insan peternakan akan membantu ketersediaan bahan pakan ternak yang berkualitas. Pakan ternak yang berkualitas akan menghasilkan terjaminnya produk ternak yang Aman, Utuh, Sehat dan Halal. Pasalnya, Aspergillus flavus yang menghasilkan racun alfatoksin pada tanaman pakan berbasis biji-bijian salah satunya adalah jagung masih menjadi masalah yang belum dapat diatasi secara tuntas. Apabila hal tersebut dibiarkan maka ternak maupun produk hasil ternak akan terancam kualitasnya, salah satunya penyakit aspergillosis dan mikotoksikosis yang berujung pada serangan imunitas ternak. Produk ternak yang terinfestasi aflatoksin sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia karena akan berakibat salah satunya penyakit kanker hati. Bakteri Asam Laktat yang menghasilkan asam laktat dapat menyebaban sifat asam pada media tumbuh Aspergillus flavus (jagung) sehingga jamur tersebut tidak akan dapat berkembang karena ph optimum pertumbuhan Aspergillus flavus berkisar antara 6 sedangkan ph kefir ± 4. Oleh karena itu Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)Penelitian dari Fakultas Peternakan Unsoed berusaha untuk memanfaatkan bibit kefir yang terdiri atas Bakteri Asam Laktat yang ikut larut pada proses pencucian bibit kefir setelah digunakan. Penelitian yang berlangsung sejak bulan Mei 2017 hingga Juli 2017 yang dilakukan di Laboratorium Ilmu Bahan Pakan Ternak dan Laboratorium Kimia Organik Fakultas Peternakan Unsoed dengan meneliti kadar asam lemak bebas dan kadar racun yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus menghasilkan adanya penurunan kadar aflatoksin pada penyimpanan jagung selama 1 minggu dengan penggunaan limbah cucian kefir grain dengan konsentrasi 100% atau tanpa pengenceran. Limbah ini diperoleh dari produsen kefir yang melakukan satu kali pencucian bibit kefir yang kemudian tidak digunakan kembali. Penelitian ini memerlukan kajian lebih lanjut dengan perlakuan pada jagung yang tidak terinfeksi Aspergillus flavus. Sebelum disimpan sehingga limbah cucian kefir grain dapat digunakan sebagai pengawet selama penyimpanan. Persiapan menuju PIMNAS 30 yang akan dilakukan diantaranya adalah penyempurnaan artikel ilmiah, pembuatan poster serta latihan presentasi dengan dosen karena komponen tersebut yang akan dinilai selama PIMNAS berlangsung. Selain itu, publikasi ke jurnal inovasi maupun ke berbagai media juga akan dilakukan sebagai informasi ilmiah di masyarakat. Harapannya di PIMNAS 30 pada 23-28 Agustus 2017 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar (http://pimnas30.umi.ac.id/) ini tim PKM-P dari Fakultas Peternakan Unsoed dapat membawa pulang medali emas ungkap Pusporini. We are ready for PIMNAS 30. Generasi Soedirman Beraksi Meraih Mimpi. [caption id="attachment_203184" align="aligncenter" width="640"] Fapet Unsoed-2- Menuju PIMNAS 30[/caption] Kefir Kefir merupakan susu yang sudah mengalami proses fermentasi seperti yoghurt, dengan penambahan bibit kefir yang terdiri atas 60 jenis mikro-flora yang tergolong ragi dan bakteri asam laktat. Sedangkan yoghurt hanya terdiri dari beberapa jenis bakteri. Cara Pembuatan Kefir ialah susu yang telah dipasteurisasi (dipanaskan suhu 78 derajat celcius) dimasukkan ke dalam toples kaca. Bibit kefir dimasukkan ke dalam toples kaca yang berisi susu pasteurisasi (1 liter susu dengan 50 gram bibit kefir). Fermentasi selama 24 jam. Kefir dipanen dengan cara menyaring bibit menggunakan saringan, kemudian dikemas. Bibit kefir dapat digunakan kembali sehingga setelah digunakan dilakukan pencucian untuk kemudian disimpan. Sedangkan manfaat Kefir, di antaranya: Pertama, memperbaiki fungsi pernafasan, fungsi pencernaan, fungsi peredaran darah, menormalkan berat badan, memperbaiki fungsi otot, sendi, mampu meredakan dan menyembuhkan penyakit bronkitis, mampu mengobati gastritis, menyembuhkan berbagai macm penyakit serta merangsang pembentukan sistem kekebalan tubuh. Kedua, sebagai suplemen, kefir juga bermanfaat untuk menyehatkan kulit tubuh dan kulit wajah, membantu penyerapan nutrisi otak, sumber alternatif pengganti susu bagi orang yg sensitif terhadap laktosa susu. Ketiga, bagi ibu hamil sebagai sumber kalsium dan magnesium untuk memperkuat tulang janin dalam kandungan, Keempat, bagi ibu menyusui dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas air susu. Kefir dapat dikonsumsi semua golongan usia kecuali bayi dbawah umur 6 bulan dan orang yang sedang mengkonsumsi obat. Limbah Kefir Limbah kefir merupakan limbah hasil pencucian bibit kefir yang telah digunakan. Pada proses pengolahan kefir, bibit kefiir dapat digunakan kembali untuk proses peembuatan selanjutnya, namun sebelum disimpan bibit kefir dicuci terlebih dahulu menggunakan air supaya protein susu tidak menempel pada bibit kefir yang dapat mengurangi daya simpan bibit kefir. Air hasil pencucian bibit kefir tersebut masih mengandung bakteri asam laktat dari bibit kefir yang terlarut saat proses pencucian tersebut yang rata-rata oleh produsen kefir tidak digunakan kembali. Jagung Sampai saat ini jagung masih menjadi komposisi terbesar (>50%) ransum unggas terutama ayam ras petelur dan ayam ras pedaging. Senyawa xantofil pada jagung berfungsi untuk pembentukan kuning telur dan warna kerabang. Sedangkan pada ternak ruminansia seperti sapi potong, sapi perah, kambing perah dan kambing potong, campuran jagung biasanya terdapat pada konsentrat sebagai pakan penguat. Jagung yang terinfeksi jamur Aspergillus flavus dan dijadikan sebagai pakan unggas maupun ruminansia selain berbahaya pada ternak yang bersangkutan serta menurunkan produksi. Produk yang dihasilkan akan mengandung racun yang tidak aman untuk kesehatan apabila dikonsumsi. (Red)