Jaga Keluargamu, Jaga Keluarga Mereka

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengarang dan Pengemban Dakwah Allah menyuruh tiap kita di dalam Al-Qur'an untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga kita dari api neraka. Mengajak pada jalan ketaatan dan kenikmatan surga Allah. Hanya saja kita tahu bahwa tak selamanya kita bersama mereka, sebab ada kewajiban lain yang Allah bebankan pada kita sebagai bentuk ibadah juga. Ada yang bertanya saat sesi kajian tentang temannya yang enggan berdakwah, sebab merasa dirinya dan keluarganya belum mampu taat secara sempurna. Padahal takkan ada kesempurnaan selain pada Allah, bila kita menunggu sempurna. Maka tak ada manusia yang boleh berdakwah selain Rasulullah Muhammad saja. Akan tetapi dakwah itu justru bila dilakukan akan memperbaiki orang lain dan juga diri kita, sebab saat kita mengajak umat untuk taat, maka keluarga kita akan ikut serta. Sebaliknya bila kita hanya mencukupkan pada keluarga, tapi kita mengabaikan umat, maka keluarga kita pun akan kena imbas, sebab ketaatan itu harus berjamaah. Anak kita dididik untuk menutup aurat, tapi teman-temannya di masyarakat terbiasa membuka aurat, tentu ia akan terpengaruh dan sangat sulit untuk istiqamah. Walau tentu saja, berdakwah bukan berarti jadi alasan untuk memberikan waktu khusus pada keluarga, sebab mereka juga punya hak atas kita, gak dididik dan dibina. Kuncinya jangan memilih dan memilah kewajiban. Bila Allah sudah berikan satu kewajiban, maka ambil dan laksanakanlah, nikmati dan sabar disana, insya Allah berkah. Allah janjikan kemudahan, kekuatan, keberkahan bagi siapa saja yang mau menolong agama-Nya. Dan itu yang paling kita perlukan dalam menjaga keluarga kita. Terlalu sulit bila kita harus menjaga diri dan keluarga, maka undang Allah dalam kehidupan kita, dengan cara menaatinya dan dengan berdakwah fii sabilillah.





























