Koperasi Penggerak Pembangunan Diganjar Penghargaan

Jakarta, Obsessionnews.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas yang telah memberikan penganugerahan kepada 11 Koperasi Penggerak Pembangunan. "Saya memberikan apresiasi kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, akrena untuk pertama kalinya, peran koperasi sebagai salah satu penggerak pembangunan, diakui oleh lembaga yanag kredibel ini," kata Agus di Jakarta, Senin (31/7/2017), Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebagai rangkaian dari peringatan Hari Koperasi ke-70 yang telah dilaksanakan di Makassar beberapa waktu lalu. Diakui, meski kontribusinya relatif masih kecil 3,99 persen dari PDB, namun diyakini kontribusi itu akan semakin meningkat seiring dengan reformasi total yang kini dijalankan Kementrian Koperasi dan UKM, yang mencakup rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi. Modernisasi koperasi yang dikelola secara korporasi juga tengah dilakukan sehingga nantinya koperasi akan memanfaatkan IT dan tiada hari tanpa transaksi. Program itu masih diperkuat dengan digalakkannya Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). "Dimana dalam tiga tahun tingkat kewirausahaan di Indonesia sudah meningkat dari 1,67 persen menjadi 3,1 persen," ungkap Agus. Bambang mengatakan, penghargaan ini ditujukan kepada koperasi yang ikut berkontribusi dalam pengembangan ekspor, pembangunan intrastruktur dan KSP yang dikelola sacara profesional, menjangkau kelompok marginal, serta memiliki inovasi dalam literasi keuangan. Selain itu, ada penghargaan khusus kepada koperasi sekunder, dipusat dan daerah yang dinilai juga memberikan kontribusi pada pembangunan. Ia melanjutkan dalam pembangunan nasional, koperasi diarahkan sebagai penggerak pembangunan yang berdaya saing dan berkelanjutan diantaranya melalui kontribusi ekspor dan pembangunan infrastruktur Nasional dan literasi keuangan. "Akhirnya terpilihlah 11 koperasi yang kami nilai berhak dan layak mendapatkan penghargaan ini," tutur dia. Sesuai dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, Bambang berharap koperasi dapat meningkatkan posisi tawar dan efisiensi kolektif para anggotanya dalam rangka mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan. (Has)





























