Memilih Pemimpin ...

Oleh: Sri Bintang Pamungkas, Akltivis Kita perlu belajar dari Sejarah... apa yang menjadi kendala sampai milih pemimpin saja terseok-seok dan selalu salah.... Jangan hanya karena Islam, Gagah dan bukan PKI dan bukan Cina, bukan Orba, tapi juga harus berkwalitas dalam srgala hal ygvdibutuhkan Rakyat. Pemilihan harus dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat. Jangan karena diusulkan oleh partai lalu ok! Tapi harus dites dulu oleh rakyat, supaya jangan salah pilih. Kalau perlu ada 500 calon.... Pemilihan bertahap... terakhir ada 2-4 yg dipilih langsung... Kalau nanti Insya Allah NKRI kembali ke UUD45, MPR yg melakukan seleksi. 10 orang Calon yg lolos dipilih langsung dua tahap. Insya Allah dg cara itu akan terpilih pemimpin hebat. Kalau cuma Prabowo lawan Jokowi atau Jo Kondo2.... NKRI akan hilang dari Peta Bumi! Pendukung Partai tidak boleh banyak2, agar setiap ada pemilihan, rakyat merdeka memilih calon dari kelompok/partai mana saja, sekalipun harus pindah dg memilih kelompok/partai yg tidak sama. Demikian pula Rakyat merdeka bikin partai/kelompok, berapa pun banyaknya. Bikin partai/kelompok tidak perlu syarat macam2, apalagi yg mahal2 dan menyulitkan, karena ada *kemerdekaan berserikat*. Orang miskin pun kalau punya keahlian dan kwalitas, bisa bikin Partai/Kelompok dan bisa mencalonkan. Pembatasan Partai/Kelompok dan Pembatasan Calon hanya akan menampilkan Calon2 Kaya yg didukung Mafia Konglomerat, tapi tidak punya otak.... Akhirnya rakyat yg menderita dan menjadi korban. Untuk mencapai kesejahteraan abadi, lahir dan batin, serta sejajar dan terhormat di antara bangsa2 di dunia ini, maka Joko-Jeka harus dijatuhkan dulu lewat SI-MPR...!! Lalu rombak semua UU Kepartaian dan Pemilu dan macam2 UU Gombal lain... Karena itu perlu Pemerintahan Transisi... @SBP





























