Jalan Dakwah dan Pengembannya

Jalan Dakwah dan Pengembannya
Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengarang dan Pengemban Dakwah   Dakwah itu yang memerintahkan Allah, maka tidak bisa dihentikan oleh manusia. Manusia bisa menghadang dakwah, tapi hidayah itu Allah yang memberi pada manusia. Maka bukan tugas kita untuk memberi hidayah. Tugas kita hanya mengantarkannya sebaik yang kita mampu, sesabar yang kita bisa, memaksimalkan semua yang kita miliki. Karena dakwah itu bukan hanya tentang mengubah seseorang menjadi baik, tapi sesuatu kewajiban yang harus kita lakukan agar kita tetap menjadi orang yang baik. Maka tak ada bekal yang lebih baik bagi pengemban dakwah selain Al-Quran dan As-Sunnah. Adab dan ilmu dalam dakwah, ayat-ayat Allah berpadu akhlak Rasulullah. Para pengemban dakwah itu terikat aturan Allah, dan terpatri pada langkah-langkah Nabi. Tiada ruang kosong dalam dakwah yang tak diatur oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka jangan pernah berharap pegemban dakwah membalas cacian yang datang padanya, atau melakukan aktivitas fisik bahkan perbuaan teror. Itu takkan terjadi. Walau anda pancing dan ancam para pengemban dakwah untuk marah dan mengeluarkan senjata dari gudang, menumpahkan darah dan semacamnya, mereka tak tertarik. Sebab senjata pengemban dakwah adalah doa, ayat-ayat Allah, dan hadits Nabi Muhammad. Kepongahan dan arogansi bukan jalan para pengemban dakwah yang ikhlas. Dan ingatlah, ketika Anda memusuhi para pengemban dakwah, yang sebenarnya Anda musuhi adalah Allah. Dan bila Allah anda musuhi, Anda jelas salah perhitungan. Kami beritahu satu rahasia, saat para pengemban dakwah itu memilih dakwah sebagai jalannya. Maka saat itu mereka sudah mengganti harta dan jiwa demi surganya Allah. Maka jika anda hanya punya tawaran harta dan ancaman bagi jiwa, Anda takkan membuat pengemban dakwah berpaling. Bila ia berpaling, itulah yang pura-pura dakwah.