Musisi India Main Gitar Sambil Jalani Operasi Otak

Seorang musisi India bermain gitar sembari tim dokter mengoperasi otaknya untuk menangani kejang otot pada bagian jari.
Abhishek Prasad—nama musisi tersebut—memang sengaja diminta bermain gitar setiap kali tim dokter 'membakar' sirkuit di otaknya guna memulihkan penyakit 'distonia yang menyerang musisi'.- Pengantin perempuan dengar detak jantung mendiang putranya di pernikahan
- Bocah dengan transplantasi kedua tangan kini bisa main bisbol
- Anak perempuan 'usia sembilan tahun inginkan' operasi vagina
Operasi sambil bermain gitar
Prasad ingat betul prosedur yang harus dia jalani di Bangalore, India bagian selatan. Menurutnya, tim dokter mematok sebuah bingkai dengan memasang empat sekrup di kepalanya untuk membuka tengkoraknya sebelum melakukan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging). "Pemindaian membantu tim dokter memastikan seberapa dalam elektroda ditanamkan untuk membenahi sirkuit-sirkuit di dalam otak," ujarnya. Dokter Srinivasan mengatakan dia melubangi tengkorak Prasad sedalam 14 milimeter dan menanamkan elektroda khusus. Wilayah yang ditargetkan, menurut dokter Srinivasan, berada di kawasan "8 hingga 9 cm di dalam otak". [caption id="attachment_201270" align="aligncenter" width="640"]
Kondisi Prasad setelah menjalani operasi otak. (BBC)[/caption] Sambil tim dokter bekerja, Prasad diminta memainkan gitarnya. "Hingga pembakaran keenam, jari saya membuka. Saya kembali normal dengan sendirinya di meja operasi," katanya. Dia mengaku merasa "seperti ada generator yang menyala saat operasi". Meski demikian, dia tidak merasa sakit. Dokter Srinivasan menjelaskan bahwa "pasien tidak merasakan sakit karena operasi berlangsung dengan bius lokal". Saat ini, Prasad mengaku "tangan kiri dan kaki kirinya sedikit lemah". "Namun, saya akan pulih dalam sebulan dan mulai berlatih penuh." Operasi sirkuit otak yang dijalankan saat pasien benar-benar sadar adalah capaian penting di India, menurut dokter Srinivasan. "Orang-orang dengan kelainan saraf biasanya merasa depresi dan terpojok. Ini adalah pasien-pasien yang harus kita raih," kata dokter Srinivasan. (bbc.com) 




























