Indonesia Kutuk Israel Bikin Kericuhan di Jerusalem

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri "mengutuk tindakan kekerasan pihak keamanan Israel" yang menyebabkan kematian tiga warga Palestina di Jerusalem Timur.
Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan "menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan terhadap jemaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al Aqsa." "Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengambil langkah untuk memberhentikan tindak kekerasan keamanan Israel di Kompleks Masjid Al Aqsa. Indonesia juga telah mendesak agar OKI dapat segera lakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al Aqsa," sebut pernyataan Kemenlu RI seperti dilansir bbc.com, Sabtu (22/7).. Kepada pemerintah Israel, Kemenlu RI "mengingatkan" bahwa Masjid Al-Aqsa harus dapat diakses semua umat Muslim. Pernyataan itu mengemuka setelah tiga warga Palestina tewas dibunuh saat bentrokan dengan aparat keamanan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun tewas ditembak di sebuah kawasan permukiman Jerusalem Timur dekat lokasi bentrokan. Otorita Palestina tidak merinci pihak mana yang berada di balik penembakan tersebut.- Israel perketat akses ke Masjid Al Aqsa, warga Palestina salat Jumat di jalan
- Apa yang perlu Anda ketahui soal konflik Israel-Palestina
- Polisi perempuan Israel meninggal ditusuk, tiga warga Palestina tewas ditembak





























