Toleransi, Radikalisme dan Terorisme Adalah Penyesatan Terhadap Umat Islam

Toleransi, Radikalisme dan Terorisme Adalah Penyesatan Terhadap Umat Islam
Oleh: Hamar, Cendekiawan Muslim   Umat Islam harus memiliki kesadaran paripurna secara holistik, kesadaran bebas dari bias kepentinga, bebas dari bias tujuan materi, bebas dari bias toleransi menyesatkan dan bebas dari pengaruh bujuk rayu iblis. Toleransi yang menyesatkan dan bujuk rayu iblis itu adalah toleransi yang meminta pada Umat Islam untuk mengabaikan Ajaran Alquran dalam dimensi kehidupan Dunia baik Politik, Sosial dan Kekuasaan. Sampai hari ini batasan batasan toleransi yang di inginkan dari Umat Islam seperti apa? Apakah Umat Islam itu dikatakan TOLERANSI apabila Umat Islam menyetujui President RI dan Wakil Presidennya RI Non Muslim? ini namanya sesat pikir. Apakah Umat Islam itu dikatakan TOLERANS apabila Masdjid tidak mengumandangkan Azan?. Apakah Umat Islam itu di katakan TOLERAN apabila membiarkan LGBT, Free Sex, kawin sejenis, kumpul kebo, judi dan bisnis prostitusi. Selama ini batasan batasan Toleransi yang diminta dari umat Islam seperti apa? dan batasan batasan toleransi dari non muslim seperti apa juga kan tidak jelas. Dengan demikian Toleransi itu adalah merupakan tipuan politik, tipuan demokrasi serta persengkokolan jahat terhadap Umat Islam dengan tujuan memasung hak hak Aqidah Umat Islam dalam hubungannya dengan dimensi nilai nilai Pancasila dan Konstitusi. Demikian juga dengan RADIKALISME, Sampai saat ini Radikalisme yang dilakukan Umat Islam itu terhadap Non muslim seperti apa?, Radikalisme yang di lakukan Umat Islam terhadap Nagara dan Pancasila itu seperti apa? dan mana faktanya dan mana buktinya? Apa ada kegiataan Umat Islam dikatakan Radikal mana? dan di mana?. Kalau para Ulama, Ustats dan Kiai dan para santri menyampaikan kepada Umat Islam dilarang memilih pemimpin dari kalangan non Yahudi dan Nasrani apa ini Radikal?, Kalau para Ulama, Para kiai, Habib, para Ustats dan para Santri serta para orang tuan Muslim menyampaikan kepada Muslim bahwa wanita wanita muslim dilarang kawin dengan laki laki non muslim karena statusnya sama dengan berzinah? apakah ini Radikal? Bukan kah dalam Alquran Allah melarang Umat Islam untuk melakukan pertumpahan darah dan melampaui batas, apakah ini juga ajaran Radikal? Apakah para Ulama, para Kiai, para Habib, para Ustadz dan para Santri menyampaikan kepada Umat Islam bahwa haram umat Islam merayakan natal dan hari valentino apakah ini Radikal? Apakah kalau Umat Islam berpegang teguh pada petunjuk Alquran serta menjalankan syariat Islam dengan baik dan taat apakah di kategorikan Radikal ?. Apakah pembacokan Hermansyah itu merupakan efek ajaran Radikalisasi Islam?, Orang orang yang membacok Hermansyah itu pantasnya di sebut apa?. Onggota MBI beberapa bulan lalu di bandung yang memukul pake balok kayu Ustat dari FPI apakah dilakukan karena efek ajaran dari Radikalisme Islam?. Jadi jelasnya batasan batasan Radikal Islam itu seperi apa?, Kegiatan kegiatan Radikalisme yang dilakukan umat di Indonesia ini yang telah merugikan Negara ini Pancasila, Bangsa, Ekonomi dan Sosial apa? dan dimana? serta tunjukan tempatnya di mana?. dan siapa korbannya?. Demikian juga dengan perihal terorisme ini. Soal terorisme ini Umat Islam itu adalah korban. Mengapa saya katakan korban, ternyata korban korban yang banyak berjatuhan akibat yang disebut aksi terorisme itu adalah umat Islam sendiri. Dari mulai Kejahatan Israil Yahudi, ISIS, Suriah, Irak, Iran dan Afganistaan dan di tempat lain 90% yang mati,luka luka, hilang dan mengungsi adalah umat Islam aneh kan?,. Jadi apakah ISIS itu terorisme Islam ? tapi mengapa mereka membunuh Umat Islam dan menghancurkan masdjid, menghancurkan rumah rumah umat Islam dan menyerang negara negara Islam dengan menggunakan peluru dan senjata buatan negara Negara Non Muslim ini seperti uji coba senjata baru saja dan seperti dagang senjata juga. Sehingga soal terorisme ini yang selama ini kita hanya melihat out put saja tapi materialnya dan imput imputnya tidak pernah di ketahui oleh dunia Islam. Nalar dan logika umat Islam harus cerdas dan jujur, bukan kah di dalam Alquran Allah menyuruh Umat Islam untuk berikhtiar terhadap apa apa kejadian di muka bumi ini atas penyesatan Kaum IBLIS serta tipu daya kaum IBLIS terhadap Umat Islam dengan tiga hal yaitu BACAH, BERPIKIR dan BERAKAL Kalau memang ISIS itu terorisme dari Islam mengapa mereka tidak menyerang negara negara Non Islam, kok yang di serang dan dibunuh adalah umat Islam dan yang mengalami kerugian adalah Negara negara Islam. Demikian juga dengan terorisme di Indonesia. Indonesia ini mayoritas penduduknya Muslim, apakah para terorisme ini berpikir kalau para terorisme ini menyerang Indonesia kan yang akan jatung korban adalah umat Islam. Lalu motivasi para teroris ini menyerang Negara Indonesia tujuan apa apa?.apakah para terorisme ini yang selalu muncul tiba tiba sasarannya apa? Dengan demikian Umat Islam Indonesia sudah saatnya berpikir Cerdas, bertindak benar dan harus berpolitik dan mengajak Umat Islam Indonesia bersatu di dalam POLITIK CERDAS. Agar kita yang mayoritas di Indonesis tidak di sesatkan dan tidak di tipu dengan Jargon Jargon Toleransi, Radikal dan Teroris. (*)