Wong Ndeso

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Penulis dan Pengemban Dakwah Salah satu alasan pelengkap saya memilih @Ummualila, adalah karena dia rasa ndeso, dusun malah. Ndeso nggak selalu buruk, bahkan bagi saya sebuah kelebihan. Karena gaya hidup wong ndeso kebanyakan masih murni, nggak macem-macem dan nggak terlalu jetset, sehingga bagi saya justru wanita sederhana begini yang istimewa. Ndeso, udik, dusun, biasanya ungkapan ini dialamatkan untuk menyatakan bahwa orangnya nggak uptodate, nggak paham kekinian dan nggak tau yang happening. Memang ada untungnya kita tau hal-hal mutaakhir, tapi jadi orang yang ndeso juga nggak selalu salah, bahkan bisa jadi sebuah keuntungan tersendiri loh Salah satu kekuatan wong ndeso, seperti yang sudah saya sampaikan, adalah kemurnian jiwa, sedikitnya informasi yang dia punya menyebabkan mikirnya lebih simpel. Lihat di surat Yasin, ada kisah wong ndeso, yang di saat semua "orang kota" menolak bahkan 3 Rasul yang mengajak tauhid, dia munucul dengan simplisitas tauhidnya. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas, ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu;dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika Ar-Rahmaan menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?" QS Yaasiin 36: 20-23 Ini wong ndeso yang logikanya simpel, nggak ribet dan jleb. Yang justru jauh lebih selamat dari "orang kota" yang punya banyak alasan menentang para Rasul. Hasilnya? Wong ndeso ini didera dan wafat dalam keimanannya, disiksa oleh kaumnya yang tersinggung dan tersindir dengan logikanya yang jleb itu. Masya Allah. Tapi lanjutin baca ayatnya. Yang dia dapat setelah itu ampunan dan surga Allah. Bahkan setelah dapat semua itu, dia masih mau dakwah ngabari itu semua ke kaumnya. Bukan ndeso dan kuto yang penting. Yang penting kamu itu mau nurut nggak sama apa yang Allah kasih, mau nurut nggak sama Rasulullah. Kalau mau, elu keren bro. ???





























