Mau Jadi Pemimpin, Jangan Menipu Rakyat

SURAT PEMBACA
Seorang pemimpin dikatakan bagus jika bisa mensejahterakan rakyatnya. Membuat kebutuhan hidup seperti sembako, listrik, dan BBM terjangkau.
Kalau sekedar foto2 sederhana atau bergaya seperti orang miskin padahal kaya, itu menipu rakyat. Apalagi kalau sampai menaikkan bayaran listrik setiap bulan sehingga naik sampai 3x lipat dalam waktu kurang dari setahun.
Stop Pencitraan Pejabat!
https://www.facebook.com/hadi.
Modus Kampanye Politik dengan 'Menjual Kemiskinan" : Yaitu bertingkah dan berakting pura-pura Miskin, pura-pura2 sederhana dan pura-pura merakyat saat ini menjadi Trend Kampanye yang banyak ditiru oleh Politikus-politikus pragmatis. Yaitu semenjak Keberhasilan JKW menerapkan cara seperti ini di Pilpres 2014.
Cara-cara seperti ini adalah suatu Pembohongan dan Pembodohan Publik demi menarik simpati dan meraih Suara pada Proses Pemilu.
Pemimpin meRakyat yang dibutuhkan adalah Pemimpin2 yang Kebijakannya mampu membuat Rakyat terbantu baik dalam ketersediaan Pangan, sandang dan Papan. Yang bisa membuat Kemiskinan semakin menurun jumlahnya, yang mampu menciptakan Jutaan lapangan Kerja baru, yang mampu memperkecil jarak Kesenjangan antara kaum kaya raya dan kaum miskin yang tidak mencabut subsidi2 bagi rakyat menengah dan miskin.
Bukan Pemimpin2 yang berdandan dan berakting seperti Rakyat miskin, sedangkan kebijakannya tidak ProRakyat, namun Pro Konglomerat. Pemimpin2 seperti ini adalah Pemimpin Munafik yang sanggup 'Menjual Kemiskinan' dengan menjadikan rakyat miskin sebagai Komoditas Politik untuk Meraih Kekuasaan.
Hadi Subroto
Warga Jakarta





























