Lebaran Bersuka Cita

Lebaran Bersuka Cita
Oleh: Hanif Kristianto Sore di penghujung senja Rukyat hilal sebagai dasar hukum mengeja Besok berhari raya? Atau besok menggenapkan puasa? Seantero dunia bersahabat Lebaran bersuka cita serentak Dari belahan Timur hingga Barat Takbir berkumandang tanda kemenangan Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Laa ilaha illallah... Allahu Akbar... Allahu Akbar.... Walillahil hamd.... Ini lebaran Siap bersalaman Tanda kemenangan Bagi mereka yang mampu menunaikan ketaatan Takbir keliling membahana Sorak sorai kalimat thoyibah dari bibir manusia Semua meninggikan asma-Nya Tanda bahwa ini ibadah paling mudah Sekali-kali tidak Lebaran memiliki makna ikatan suci Hamba berjanji pada Tuhannya Bahwa ia seiya-sekata dalam menaati perintah aturan-Nya Sekali-kali tidak Lebaran bukanlah hari kemenangan Kekalahan bagi manusia yang merasa butuh tatkala puasa Bahwa hanya Ramadhan untuk ibadah Sekali-kali tidak Lebaran bersuka cita dirayakan dengan penuh hikmat Merenungi hakikat diri yang lemah Bersumpah untuk setia membela dan meninggikan izzah agama Sekali-kali tidak Lebaran bukanlah anti-klimaks dari peribadatan Seolah masjid kembali sunyi Seolah ketaatan tak tampak dalam sosial Persaksikanlah Barangsiapa memuja ramadhan Maka ramadhan sudah tiada Berganti syawal sebagai peningkatan Barangsiapa memuja Allah Maka Dia kekal selamanya Lebaran bersuka cita Puncak khutbah di pagi senja Bertemakan: Satu, Bela Islam Dua, tegakkan Syariah Kaffah Tiga, wujudkan ukhuwah Islamiyah Selamat berhari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah Syawal sudah tiba Di sinilah awal pembuktian dari kelas ramadhan Semoga sempurna