Cerita Tentang Sifat "Terorisme"-nya Ikhwanul Muslimin

Cerita Tentang Sifat
Oleh: Tengku Zulkifli Usman (Analis Politik Dunia Islam dan Internasional) Saat terjadi perang antara Palestina - Israel 6 hari di tahun 1967 itu, Arab direbut oleh zionis hanya dalam waktu singkat Mesir sendiri tidak berbuat banyak, semua pesawat tempur mesir hancur dibom zionis ketika berada di landasan pacu belum sempat terbang, setelah dicek, rupanya jenderal mesir berkhianat dan sengaja membiarkan pesawat tempurnya hancur karena mesir memang tidak niat melawan israel Satu satunya Organisasi islam diluar instansi negara yang mengirim pasukan ke palestina adalah Ikhwanul Muslimin dibawah komando Ikwan, permusuhan yahudi dengan ikhwan semakin menjadi jadi, pembunuhan Hasan Al Banna oleh kaki tangan yahudi di Mesir jadi salah satu bukti konkretnya, Mujaddid dan Mujahid besar itu menghadap Allah setelah dibunuh dengan keji, dokter dilarang mengobatinya, semua dilarang menguburkannya, 2 juta kader Ikhwanul Muslimin waktu itu tidak boleh mengantarkan jenazah mujaddid tersebut Tiga ulama besarnya waktu itu turut di eksekusi mati, Syeik Abdul Qadir Audah, Syeikh Muhammad Farghali dan Syeikh Syakieb Arselan, nama nama yang sangat tidak asing di telinga kaum muslimin didunia, bahkan Ulama besar pakistan Abul Ala Al maududi, Ulama besar India Abul Hasan Ali An Nadawi sangat merasa kehilangan atas musibah ini, meskipun mereka bukan ikhwan Jika ikhwan mau, saat terjadi pembubaran paksa IM oleh Gamal Abdul Naser, maka IM bisa saja melawan, namun dakwah ikhwan sekali lagi adalah damai, karena prinsip ikhwan adalah" Silmiyyatuna Aqwa Minar Roshash" sikap damai kami lebih kuat daripada peluru peluru, kembali kepada kekalahan dunia arab dalam perang 6 hari tersebut, rupanya, malam hari saat besok akan dimulai perang 6hari itu, Kepala Militer mesir masih asik mabuk mabukan di bar dan diakotik, tidak ada persiapan perang karena memang tidak ada niat mau melawan yahudi, mesir secara tidak langsung ingin menyerahkan palestina kepada zionis, hanya ikhwan yang peduli Setelah itu, tahun 1979 perjanjian Camp David ditandatangani oleh Anwar Sadat presiden mesir kala itu, hal ini memicu protes keras dari seluruh rakyat mesir dan arab, ujungnya pembunuhan terhadap Anwar Sadat sendiri, pembunuhan itu tidak ada kaitan dengan ikhwan, itu murni karrna sadat dimusuhi karena keputusannya berdamai dengan yahudi, sampai sampai, semua pemimpin arab tidak mau datang pada acara pemakaman sadat kecuali Pemimpin yahudi dan satu satunya negara islam yang hadir hanya presiden sudan Ja'far Numeiri, namun pembunuhan sadat itu dijadikan momentum baru untuk memerangi ikhwan, padahal, sekali lagi, ikhwan mampu melawan naser atau Sadat jika mereka mau, ikhwan sekali lagi adalah gerakan damai, jauh dari lebel teroris yang sering dituduhkan Saat ini, kader dan simpatisan ikhwan di mesir saja mencapai 10 juta orang, artinya 15% dari seluruh rakyat mesir saat ini, sedangkan jumlah pasukan mesir baik polisi dan tentara hanya 1,4 juta pasukan saja, tapi ikhwan tidak memilih jalan kekerasan, saat mereka mampu melawan dan mampu membalas, jika ikhwan itu lemah, Husni Mubarok mustahil bisa digulingkan, nyatanya Bukan hanya Husni Mubarok, tapi beberapa pemimpin teluk seperti Yaman, Libya, Mesir, tumbang saat arab spring karena semangat yang ditularkan oleh kader kader ikhwan Jumlah kader dan simpatisan Ikhwan saat ini diseluruh dunia mencapai 25 juta pengikut, sehingga menjadikan ikhwan sebagai organisasi islam terbesar di dunia saat ini yang resmi berdiri di banyak negara, baik di timur tengah dan di negara negara lain, ikhwan selalu terdepan dalam dakwah yang moderat, profesional dan sangat terstruktur rapi, sehingga Dubes yahudi untuk mesir pernah berkata" kita tidak akan mungkin melenyapkan ikhwan, kita hanya mampu memperlambat pertumbuhan Ikhwan " Di Maroko, Tokoh Ikhwan juga menjadi panutan, di Suriah seorang ulama besar ikhwan pakar besar bidang hadits Syeikh Mustafa As Sibai dibunuh, padahal beliau mampu melawan, di suriah pada zaman rezim Jenderal Hafez Assad, Ayahnya Bashar Assad, Ikhwan ditekan dan dihabisi secara kejam, Ikhwan memutuskan tetap tidak angkat senjata melawan rezim Hafez Assad, Ikhwan hari ini masih menjadi kekuatan kuat di suriah, justru karena sikap damai nya, bukan karena sikap represif nya Ulama ulama Ikhwan pun banyak menjadi ulama besar dunia yang jadi rujukan banyak muslim, Nama nama seperti Fathi Yakan, Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Ali Bbdul Halim Mahmud, Khalid Muhammad Khalid, Nashih Ulwan, Mustafa Mashur, Abdul Karim Zaidan, Abdul Majid Zindan, Muhammad al Ghazali, Sayyid Sabiq, Yusuf al Qardhawi, dll yang kalau disebutkan disini semua daftarnya sangat panjang Bahkan Sayyid Sabiq, Muhammad Al Ghazali, Recep Erdogan, dan Yusuf Al Qardhawi adalah penerima penghargaan King Faishol Prize, penghargaan tertinggi dunia islam dalam bidang pelayanan ummat dan ilmu pengetahuan, apakah mereka penyeru kekerasan? apakah ada penyeru kekerasan yang bisa masuk daftar penerima King Faishol Prize sepanjang sejarah? Semua penghargaan itu didapat karena pelayanan dan dedikasi terhadap umat islam dunia yang luar biasa, apakah teroris bisa dapat King Faishol Prize tersebut? Yang membuat takjub sekaligus membuat banyak pihak iri hati kepada Ikhwanul Muslimin termasuk banyak gerakan islam lain yang hasad kepada mereka adalah, karena hanya satu ulama besar zaman sekarang yang sangat dihormati oleh Saudi Arabia yang saking hormatnya, ulama itu dimakamkan di makam Baqi', bersama makam para sahabat Rasulullah saw di madinah, beliau adalah Syeikh Muhammad al Ghazali kerika beliau wafat waktu itu di saudi, apakah ada logika bahwa teroris bisa satu komplek pemakaman dengan pemakaman sahabat nabi? Bukan hanya di negara islam saja, baru beberapa tahun lalu, seorang tokoh besar Ikhwan tunisia Syeikh Rasyid Ghanoucci baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi dunia setelah nobel perdamaian dunia,yaitu penghargaan Chatam Prize House dari kanada bersama Presiden Tunisia waktu itu Moncef Marzouki, di timur atau di barat, Ikhwan diakui berjasa besar untuk dunia, sedangkan gelar teroris hanya gelar maksa dibawah tekanan karena pengaruh Ikhwan semakin hari semakin besar di dunia, padahal Ikhwan selalu ditekan, coba anda bayangkan, apakah ada gerakan islam lain yang bisa eksis jika mereka menerima tekanan yang sama seperti yang ikhwan terima? Hari ini diberbagai negara dikawasan teluk, Ikhwan selalu menjadi kekuatan kedua opososisi terkuat di negara masing masing, Maroko, Yaman, Aljazair, Libya, Sudan, Tunisia, Mesir, Suriah, Kuwait, dan Yordan. bahkan di Qatar, Ikhwan dan pemerintahan berjalan bersamaan, ulama dan umaro saling bantu, dan ulama utama rujukan Qatar hari ini salah satu nya adalah Yusuf Al Qardhawi yang baru saja di masukkan dalam daftar teroris dalam isu krisis Teluk- Qatar, sekali lagi Ikhwanul Muslimin begitu damai dan karena damai dan cerdasnya lah ia sangat disegani dan ditakuti, bukan karena kekerasan nya Beberapa kali Zionis Yahudi membuat konferensi khusus untuk mencari cara bagaimana cara menghabisi ikhwan, hasilnya nihil, Hamas saja yang hidup dalam penjara raksasa hasil blokade israel tidak mampu mereka lawan, Padahal lusinan tokoh Hamas sudah mereka bunuh, akhirnya yahudi sepakat dengan pendapat dubes nya diatas bahwa Yahudi hanya mampu memperlambat pertumbuhan Ikhwan tapi tidak mampu menghabisinya, Kudeta Mesir, Kudeta Turki adalah usaha lain dari mereka untuk menghambat pertumbuhan Ikhwan, karena memang sekali lagi tidak mampu menghabisinya, adakah Yahudi begitu fokus kepada gerakan lain seperti Salafi, Hizbut Tahrir dll untuk dilenyapkan melebihi fokus mereka menghabisi Ikhwan? Jawabannya gak ada, karena hanya Ikhwan yang masuk daftar Organisasi Islam yang paling mengancam eksistensi zionis di masa depan, apakah musuh utama yahudi ini layak disebut teroris? Layak disebut ISIS dst..? Itulah kelebihan Ikhwan, saat mereka sekarang mampu melawan As Sisi di Mesir, mereka tetap memilih mundur tiga langkah untuk bisa maju sepuluh langkah kedepan, oleh karena itu, ucapan Pemimpin Ikhwan Khairat Syater saat ditangkap oleh As sisi sangat mengagumkan" Saya masuk penjara untuk mempersiapkan penjara untuk as sisi nantinya" Ungkapan seorang yang tau betul ril kekuatan aslinya, karena Khairat Syater adalah salah satu tokoh utama Ikhwan, bahkan beliau adalah calon Presiden Mesir pertama Ikhwan setelah Mubarok tumbang sebelum namanya dicoret Rezim Mubarok lalu nama cadangan yang maju yaitu Muhammad Mursi, cadangan saja bisa tetap menang apalagi jika yang maju adalah Khairat Syater sendiri, begitu kuatnya Ikhwan disana Hari ini, Seluruh tokoh Ikhwan berada dalam penjara, tidak terkecuali Mursyid aam nya Prof Muhammad Badi, Ulama Besar Syafwat Hijazi, Politisi senior Muhammad Beltagi, Saad Al Katatni, sampai Mantan PM Era Mursi Hisyam Kandil, beserta 60.000 anggota lainnya, apakah mereka gak sanggup melawan? Mereka mampu, hanya ini bagian dari strategi, seperti kata Khairat Syater diatas Oleh sebab itu, Muhammad Mursi saat awal awal kudeta diajak melunak oleh As sisi namun ditolak, diajak menyerah oleh kepala Kebijakan Politik Uni Eropa Catherina Ashton, Ikhwan tetap tidak mau dan tetap tidak mengakui As sisi, Ikhwan percaya diri, karena sikap perlawanan nya yang damai inilah yang membuat As sisi sampai hari ini tidak bisa tidur nyenyak   Sekian dulu ceritanya, semoga membuka wawasan kita semua, jangan lupa doakan semua saudara muslim kita diseluruh dunia yang sedang menghadapi kedholiman penguasa dan fitnah manusia, doakan pejuang pejuang kita semua, terutama di bulan puasa ini, Allah lah sebaik baik pemilik makar, dan sebaik baik penjaga para penolong agamaNya   Wallahu Alam   Jakarta, 20 Juni 2017Di salah satu Pojok Mesjid sambil itikafTengku Zulkifli Usman