Sri Bintang Pamungkas dan Ki Gendeng Pamungkas

Oleh: Dr Sri Bintang Pamungkas, Dosen dan Aktivis Mei lalu, mendengar Ki Gendeng Pamungkas (KGP) ditangkap gara-gara Kaos Cinanya. Sejak itu, aku sudah ingin menengoknya. Tapi tidak jelas di mana ditahan, di samping kesibukanku sendiri mencermati situasi kacau di Republik ini. Akhirnya baru tadi bisa bertemu di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. KGP tinggal di bekas kamarku, Sel Nomer 9. Dia kelihatan sehat dan gagah dan gembira.Aku mengenal cukup lama, dan tahu persis soal Kaosnya yang Meledek Cina Indobesia itu. KGP mengaku sudah memakainya sejak 1970an. Dg Kaos2 rancangannya itu, dia tidak bermaksud membenci Cina, kecuali sbg peringatan bagi mereka bahwa mereka bukan Bangsa Indobesia...bahwa nereka pendatang...bahwa mereka tamu yg harus bertindak sopan kpd Orang Indonesia Asli. "Saya menyapa Cina2 yg menjadi tetangga saya di Bogor dan saya kenal...saya makan di restoran dan warung mereka, dan tetap bayar... Mereka tahu saya dan Kaos2 yg selalu saya pakai...gak ada rasa permusuhan atau saling pelotot...Tiba2 menjadi aneh, puluhan Polisi Jakarta menangkap saya! Di jaman SBY baik2 saja.. " "Pasti ada yg melaporkan, Bung!", sahutku. Rupanya KGP baru diperiksa sekali oleh Penyiik jawabannya dalam BAP spt di atas. Rumahnya pun digeledah, yg diambil hanya Kaos2nya yg macam2 itu. Padahal Budayawan itu adalah Penyanyi dan Penggubah lagu. Aku sering melihat Konser2nya di Pojok2 Kota Bogor. Suaranya mirip Tom Jones. Ketika aku ngepos tiga bulan di depan Gerbang DPR/MPR dari Desember 2009 sampai Maret 2010, disket KGP sempat ikut menghiburku. Kejati Jakarta menolak perkaranya dibawa ke Jakarta....krn KGP orang Bogor dan ditangkap di Bogor... Tak ada TKP kecuali Bogor. KGP dituduh dg Pasal SARA, Pasal 156/KUHP. Bapak lima anak berusia 70 tahun ini mmg lebih nyaman diproses di Bogor, krn dekat dg dokter keluarganya yg sewaktu-waktu dikontaknya. "Dua yg paling kecil kembar dan masih kuliah", katanya. Mendengar ceritanya, aku yakin Tito dan Iwan Bule salah menangkap KGP Orang2 Polisi ini cuma mau menunjukkan kekuasaannya ketika berkuasa. Mereka merasa berjasa, tapi lupa, periode mereka tak lama, sesudah itu pensiun dan tak ada apa pun yg bermanfaat yg mereka telah perbuat bagi negeri ini. Cina2, khususnya para Mafia ini, akan terusir. Polisi2 ini tidak layak membela mereka...perbuatan Polisi2 ini tidak akan ada bekasnya. KGP juga bercerita, bahwa semalam ada Ustad Al Khattat dan Alfian Tanjung dipindah dari Mako Brimob ke Rutan PJM. Mereka menempati sel di sebelah selnya, Sel Nomer 7. Mereka belum bisa menemui tamu... katanya diisolasi 24 jam. Aku mencoba tanyakan kpd penjaga, Polisi2 yg pernah menjadi teman dan menjagaku selama 102 hari, tapi mereka mengaku tidak tahu... @SBP





























