Perang Dunia Ketiga Di Negeri Hoax

Oleh: Ziyad Falahi (Pengamat Politik) Ketika kita mengetik kata world war 3 di mesin pencari (google, yahoo, bing) maka kita akan menemukan banyak referensi terupdate tentang ketegangan US-Russia-China-North Korea dan timur tengah. Sumbernya pun media ternama seperti The Sun, The guardian, express, daily star yang mengkonfirmasi bahwa perang dunia ketiga sudah di depan mata. Sebaliknya, ketika kita ketik perang dunia 3 di mesin pencarian, yang muncul adalah berita bulan lalu. Kenapa tidak ada update bulan juni mengenai ketegangan2 internasional? Mungkin beberapa media mainstream indonesia menganggap meninggalnya Julia Perez, chat Firza-Rizieq dan ribut full day school lebih berbahaya daripada ancaman senjata kimia dan nuklir. Dari sinilah saya semakin yakin, bahwa terdapat agenda pembodohan massal yang mematikan tanpa disadari. Ketika perang dunia terjadi, maka tidak relevan lagi agama anda moderat ataupun radikal. Sebagaimana perang dunia sebelumnya, tidak peduli PNI, PKI, Sarikat Islam semua menjadi korban pembantaian. Bagaimana NKRI mau selamat dari perang dunia jika presidenya tidak mampu mengkonsolidasi kekuatan nasional. Lihat saja, saat terjadi ribut mengenai diniyah dan full day school, presiden jokowi tidak mempertemukan antara NU dan Muhammadiyah tapi justru dengan entengnya membatalkan Permen. Sebuah bukti bahwa ambisi sektarian masih ditempatkan diatas cita cita Pembukaan UUD45, sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. (*)





























