Dua Kapal Perang AS Merapat di Pantai Qatar

Doha - Sebanyak dua unit kapal perang AS merapat di pelabuhan Doha, ibu kota Qatar. Pangkalan militer AS di Qatar, Al-Adid, menjadi pangkalan militer terbesar di Teluk Persia dan Timur Tengah dengan kekuatan 10 ribu personil. Pentagon selama ini menggunakan pangkalan Al-Adid untuk melancarkan operasi udara di kawasan. Televisi Aljazeera hari Kamis (15/6) melaporkan, kapal perang AS merapat di pelabuhan Doha untuk mengikuti latihan perang gabungan dengan angkatan laut Qatar. Sebelumnya, Duta besar uni Emirat Arab di Washington, Yousef Al Otaiba hari Rabu (14/6) meminta Washington menjadikan pangkalan militer Al-Adid sebagai alat penekan terhadap pejabat tinggi Qatar supaya mengubah sikapnya. Pentagon menyatakan, blokade negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi terhadap Qatar tidak akan menghentikan aktivitas di pangkalan militer Al-Adid. Pada 5 juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dengan dalih dukungan Doha terhadap kelompok teroris dan intervensi terhadap urusan dalam negeri mereka.Tapi tuduhan tersebut telah dibantah oleh pemerintah Qatar, dan dinilai tidak berdasar. Keputusan tersebut diikuti dengan aksi blokade koalisi Arab pimpinan Saudi terhadap Qatar, termasuk menutup jalur penerbangan Qatar Airways terhadap zona udara negara mereka. Putin dan Raja Salman Bahas Ketegangan Saudi-Qatar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz membahas ketegangan antara Saudi dan Qatar dalam sebuah kontak telepon pada hari Selasa (13/6/2017). Seperti dilansir IRNA, Istana Kremlin dalam satu pernyataan mengumumkan bahwa pertikaian diplomatik di wilayah Teluk Persia tidak menguntungkan, karena mengganggu perang kontra-terorisme dan merongrong prakarsa perdamaian Suriah. Juru bicara presiden Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, Rusia menginginkan hubungan baik dengan semua negara di Teluk Persia untuk menyelesaikan berbagai masalah dan hal ini penting bagi upaya bersama menumpas teroris. Sebelum ini, Putin telah berbicara dengan mitranya dari Mesir, Turki dan juga dengan Emir Qatar untuk membahas pertikaian diplomatik antara Doha dan Riyadh. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyerukan dialog antara Qatar dan tetangganya di kawasan, dan berjanji akan membantu menengahi krisis tersebut setelah bertemu dengan rekannya dari Qatar, Syeikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Pada tanggal 5 Juni, Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan negara itu mendanai kelompok militan. Beberapa negara sekutu Arab Saudi juga menurunkan level hubungan diplomatik mereka dengan Qatar. (ParsToday)





























