Kebijakan Trump Picu Ketegangan di Teluk Persia

American Enterprise Institute dalam sebuah laporan menulis, kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memicu ketegangan di wilayah Teluk Persia. Dalam laporan yang dimuat di situsnya hari Senin (12/6/2017), American Enterprise Institute mengatakan, Washington saat ini menghadapi tantangan yang tidak diharapkan, di mana Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) telah menjadi sebuah masalah daripada penyelesai masalah. Langkah-langkah Trump merupakan pemicu kehancuran P-GCC dan mediasi yang dilakukan Amerika juga tidak membuahkan hasil. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar, menyusul kunjungan Trump ke Riyadh. AS Ciptakan Tensi di antara Negara Arab Alaeddin Boroujerdi, ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, tensi terbaru antar negara Arab di kawasan akibat intervensi Amerika Serikat. Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir Senin (5/6) dini hari, menyatakan memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar. Boroujerdi hari Senin terkait tensi yang ada antara Qatar dan Arab Saudi menambahkan, dampak pertama dari kunjungan Presiden AS, Donald Trump ke kawasan adalah munculnya perpecahan di negara-negara kawasan. "Perang dua tahun di Yaman yang menelan korban lebih dari 10 ribu orang di tangan Arab Saudi dilancarkan dengan dukungan Amerika Serikat dan senjata dari negara ini," ungkap Boroujerdi. Boroujerdi mengingatkan, intervensi negara-negara asing khususnya Amerika Serikat sebagai musuh negara Islam yang senantiasa mengobarkan friksi di antara negara Islam tidak akan pernah mampu menyelesaikan kendala di kawasan. Ia menekankan, Republik Islam Iran sejak awal menentang intervensi asing di kawasan dan berharap negara kawasan memperhatikan kebijakan ini bahwa kendala di kawasan harus diselesaikan oleh negara kawasan sendiri. (ParsToday)





























