Iran Bagikan Ribuan Paket Ramadhan di Gaza

Gaza - Iran membagikan paket Ramadhan untuk 250.000 orang Palestina di jalur Gaza di bulan Ramadhan tahun ini yang dimulai sejak beberapa hari lalu. IRNA dari Gaza melaporkan, program pembagian paket buka Ramadhan ini dimulai sejak awal hingga akhir Ramadhan. Dilaporkan, setiap harinya sebanyak 7.500 paket buka puasa dan sahur dari Iran dibagikan di wilayah Gaza. Program yang dikoordinasikan oleh Bulan Sabit Iran ini dimulai dari Al-Shajaiyah, yang terletak di wilayah timur Gaza. Daerah ini porak-poranda akibat agresi militer rezim Zionis di tahun 2014. Se[perti dilansir ParsToday, Paket Ramadhan dari Iran untuk warga Palestina di Gaza ini terdiri dari kebutuhan pokok antara lain: beras, daging, ikan, kurma, sayuran dan minuman. Paket tersebut didistribusikan untuk orang-orang miskin, dan keluarga syahid serta tahanan Palestina yang mendekam di penjara rezim Zionis. Rezim Zionis selama 10 tahun memblokade jalur Gaza dan menghalangi masuknya barang, termasuk kebutuhan pokok ke wilayah tersebut. Pasok Makanan Selama Ramadhan Organisasi-organisasi penyalur bantuan kemanusiaan Iran membagikan 250.000 paket makanan untuk ratusan ribu warga yang membutuhkan di Jalur Gaza selama bulan suci Ramadhan tahun ini. Qodsna (27/5) melaporkan, Monzer Azam, penanggung jawab penyaluran bahan makanan untuk warga Jalur Gaza menuturkan, sejumlah banyak keluarga di Gaza, terutama keluarga syuhada, pengungsi, korban luka, keluarga tahanan dan fakir miskin, selama bulan Ramadhan mendapat bantuan makanan ini. Azam menjelaskan, selama empat tahun berturut-turut Iran membagikan makanan berbuka di Gaza. "Blokade Gaza oleh rezim Zionis Israel dari hari ke hari semakin ketat dan mengakibatkan meluasnya kemiskinan dan pengangguran di wilayah ini," ujarnya. Blokade Israel atas Jalur Gaza sudah berlangsung selama 11 tahun dan membawa dampak-dampak buruk terhadap perekonomian wilayah ini. Lembaga-lembaga internasional memperingatkan, dampak berlanjutnya blokade Gaza adalah berhentinya pemulihan kondisi ekonomi, sosial, kesehatan dan lingkungan hidup. Pada tahun 2016, Israel dengan maksud memperketat blokade Gaza, menangkapi puluhan pedagang dan pebisnis, dan menambahkan sejumlah nama barang ke dalam daftar barang yang dianggap selundupan. (*/Red)





























