Pertama,
tidak usah panik. Ini bukan ransomware yang pertama (dan bukan yang terakhir pula). Beberapa hari yang lalu muncul
Ransomware WannaCry (dan variasinya) yang mengancam banyak komputer di dunia. Dikarenakan banyaknya komputer yang terancam, maka tulisan ini dibuat. Urutan penulisan tidak lazim. Biasanya di awal ada pengantar dahulu dan kemudian baru pembahasan. Namun karena yang diutamakan adalah penanganannya, maka bagian tersebut ditampilkan di awal.
Sistem Yang Terkena Sistem yang terkena oleh
Ransomsware WannaCry ini adalah sistem operasi Microsoft Windows (semua).
Desktop ataupun
notebook, selama menggunakan sistem operasi tersebut, termasuk yang rentan. Lengkapnya dapat dilihat pada bagian “Bahan Bacaan”.
PenangananInstruksi singkat untuk menangani ransomware WannaCry adalah sebagai berikut:
- melakukan backup;
- memperbaiki sistem operasi (OS) Microsoft dengan memasang patch MS17–010;
- menonaktifkan SMB (yang biasa digunakan untuk file sharing) jika memungkinkan;
- blok port TCP: 139/445 & 3389 dan UDP: 137 & 138, yang digunakan untuk melakukan penyerangan (jika memungkinkan).
Jika komputer sudah terkena maka dapat dilakuan proses pemasangan ulang (
reinstall) sistem operasi Windows.
Ada informasi yang mengatakan bahwa password yang digunakan untuk mengenkripsi adalah “WNcry@2ol7” (tanpa tanda kutip), tetapi hal ini belum dapat kami konfirmasi.Instruksi (keterangan) yang lebih panjang adalah sebagai berikut. Ada beberapa hal yang kadang menyulitkan penanganan di atas atau perlu mendapatkan perhatian. Misalnya ada beberapa sistem dan aplikasi yang membutuhkan fitur file sharing atau menggunakan port 139/445. Jika fitur itu dimatikan (
disable, block) maka aplikasi atau layanan tersebut dapat tidak berfungsi. Untuk itu pastikan dahulu bahwa penonaktifan dan pemblokiran ini tidak menghambat aplikasi Anda. Hal ini biasanya relevan terhadap server. Untuk komputer / notebook pengguna biasa, biasanya hal ini tidak terlalu masalah. Ketika melakukan proses
backup, sebaiknya komputer tidak terhubung ke internet atau jaringan komputer. Dikhawatirkan ketika
backup sedang berlangsung, komputer terinfeksi
ransomwaretersebut.Yang menyulitkan adalah jika proses backup dilakukan melalui jaringan (misal backup secara online di Dropbox, Google Drive, dan sejenisnya), maka komputer Anda ya harus terhubung dengan jaringan. Jika tidak ada data yang penting pada komputer tersebut, proses
backup dapat diabaikan. (Meski hal ini tidak disarankan.) Mematikan fitur SMB bergantung kepada versi dari Windows yang digunakan.
Link dari Microsoft ini dapat membantu. Singkatnya adalah dengan tidak mencentang pilihan SMB 1.0/CIFS File Sharing Support sebagaimana ditampilkan pada gambar berikut.

Penjelasan Yang Lebih MendalamRansomware adalah software yang termasuk kepada kategori
malware,
malicious software (software yang memiliki itikad jahat). Ransomware biasanya mengubah sistem sehingga pengguna tidak dapat mengakses sistem atau berkas dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah melakukan proses enkripsi dengan kunci tertentu. Berkas aslinya dihapus. Untuk mengembalikan berkas yang sudah terenkripsi tersebut, pengguna harus mendapatkan kunci dari penyerang. Biasanya penyerang meminta bayaran. Itulah sebabnya dia disebut ransomware. Untuk kasus WannaCry ini, permintaan bayarannya bervariasi dari US$300-US$600. Ada banyak ransomware dan tidak dibahas pada tulisan ini karena akan menjadi sangat panjang.
WannaCry (atau
WannaCrypt) menggunakan kerentanan (
vulnerability) sistem operasi Windows yang diduga kemudian dieksploitasi oleh NSA (dikenal dengan nama
EternalBlue).
Tools tersebut ternyata bocor ke publik dan kemudian dikembangkan menjadi basis dari WannaCry ransomware ini.
Penyebaran. Ada dua cara penyebaran;pada tahap awal dan pada tahap setelah ada ransomware yang terpasang. Umumnya malware (termasuk ransomware ini) pada awalnya menyebar melalui
social engineering (tipu-tipu). Ada varian dari ransomware yang menempel pada
attachment PDF atau berkas lain yang dikirimkan via email. Penerima diminta untuk mengklik attachment itu. (Itulah sebabnya jangan sembarangan mengklik.) Jika diklik, maka ransomware tersebut akan memasang dirinya di sistem. Setelah berhasil menginfeksi sistem, maka untuk versi 1, malware ini akan memastikan
kill switch tidak aktif. (Akan dibahas selanjutnya.) Jika
kill switch ini ada maka malware akan berhenti. Jika kill switch ini tidak ada, maka malware akan
melakukan scanning ke jaringan mencari komputer-komputer lain di jaringan yang memiliki kerentanan SMB ini. Setelah itu dia akan melakukan penyerakan dengan membuat paket khusus yang diarahkan ke port-port yang digunakan oleh SMB (139, 445, 3389). Inilah cara penyebarannya melalui jaringan. Penyebaran yang ini seperti worm. (Itulah sebabnya sebaiknya port-port tersebut diblokir jika tidak dibutuhkan. Jika Anda memiliki perangkat network monitoring, perhatikan apakah ada peningkatan
traffic pada port-port tersebut. Jika ada, perhatikan sumber / source IP dari paket-paket tersebut. Boleh jadi komputer tersebut sudah terkena ransomware.)
Kill switch. Ternyata ransomware versi awal ini memiliki fitur
kill switch, yaitu sebuah mekanisme untuk menghentikan dirinya sendiri. Jika domain
http://www.iuqerfsodp9ifjaposdfjhgosurijfaewrwergwea.com tersedia dan berjalan, maka ransomware ini akan menghentikan dirinya. (Hal ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang peneliti malware. Dia kemudian mendaftarkan domain tersebut sehingga penyebaran versi awal dari WannaCry ini terhenti secara tidak sengaja. Ceritanya ada
di sini.) Namun saat ini sudah ada WannaCry versi 2.0 yang tidak memiliki kill switch ini.
Penutupan Port. Port 139/445 pada sistem Windows digunakan untuk berbagai layanan, salah satunya adalah untuk
file sharing / printer sharing. Port ini sudah sering digunakan sebagai bagian dari penyerangan (malware, cracking). Sebaiknya port-port ini ditutup. (Cara penutupannya akan dibahas terpisah. Biasanya terkait dengan layanan file sharing seperti di bahas pada bagian atas.) Namun jika port ini ditutup, maka ada kemungkinan beberapa layanan yang biasa Anda lakukan (
sharing) tidak berfungsi. Jika demikian (port tersebut harus aktif) maka gunakan alternatif perlindungan lain (misal dengan menggunakan
firewall) untuk memastikan bahwa port tersebut hanya dapat diakses secara terbatas (oleh komputer yang Anda kenali). Biasanya kami memang menyarankan untuk memblokir port ini. Sebaiknya port-port ini juga difilter di router jika tidak ada layanan sharing yang menyeberang lintas segmen jaringan. (Umumnya memang konfigurasi standar yang aman seperti ini. Jika tidak, nampaknya Anda harus membenahi keamanan jaringan Anda.)
Bahan Bacaan- Microsoft Security Bulletin MS17-010 – Critical: informasi mengenai sistem operasi apa saja yang terkena (hampir semua OS Windows yang masih digunakan saat ini), ketersediaan patch, dan rincian lain untuk memperbaiki.
- Untuk sistem yang sudah kadaluwarsa (Windows XP, Vista, Windows 8, Server 2003 dan 2008 Editions), Microsoft mengeluarkan emergency patch yang dapat diambil di sini.
- Cara untuk enable/disable SMB: agak sedikit teknis dan rinci.
- WannaCry|WannaDecrypt0r NSA-Cyberweapon-Powered Ransomware Worm: di github berisi banyak link terkait dengan WannaCry tersebut;terutama informasi teknis singkatnya.