Geprindo Tantang James Riady Calonkan Diri Jadi Presiden

Geprindo Tantang James Riady Calonkan Diri Jadi Presiden
Jakarta - Mega-Proyek Meikarta yang digagas CEO Lippo James Riyady senilai Rp278 triliun, semakin membuktikan bahwa pemodal memiliki kekuasaan penuh di Indonesia. “Proyek pembangunan kota baru yang digadang-gadang akan mengalahkan ibu kota negara itu sekaligus membuktikan bahwa James Riady pantas menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata Presiden Gerakan Pribumi Indonesia Bastian P Simanjuntak melalui rilis tertulisnya, Jumat (5/5/2017). Bastian mengungkapkan, dalam pembangunan Meikarta sempat terjadi pengusiran pribumi, ialah rencana pembangunan bandara internasional Kertajati bernilai Rp 23 trilliun. Proyek ini sebelumnya sudah memaksa 11 desa pribumi tergusur walaupun disinyalir penggusuran melanggar aturan reforma agraria, sebagaimana Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) telah melayangkan surat protes kepada Presiden Jokowi. “Begitu kuatnya Lippo dibawah James Riady, bukan tidak mungkin nantinya akan ada negara baru di Indonesia,” ungkap Bastian. “Karenanya Geprindo menyarankan James Riady berani mencalonkan diri sebagai capres 2019 saja, sekarang saja kekuasaannya melebihi siapa pun di negara ini,” sergahnya. Selain itu GEPRINDO juga menyarankan agar George Soros atau kapitalis lainnya untuk segera berganti warga negara Indonesia sehingga James Riady memiliki lawan sepadan pada pilpres 2019 mendatang. Tak sampai di situ, GEPRINDO menilai pembangunan kota baru Meikarta yang dilakukan James Riady semakin membuktikan bahwa di Indonesia, tanpa pemerintahan, telah terjadi swastanisasi negara dan aktor utama sekaligus sutradaranya adalah James Riady. “Geprindo menyarankan James Riady tak perlu lagi bermain di belakang layar, ada panggung demokrasi tahun 2019, anda bisa mencalonkan diri sebagai Presiden,” pungkasnya. (*)