Wow! Partai Kanan AfD Tetapkan Islam Tak Cocok dengan Budaya Jerman

Koeln - Diwarnai aksi 15.000 pengunjuk rasa dari kalangan kiri, dalam kongres di kota Koeln, partai kanan Alternatif fuer Deutschland (AfD: Alternatif bagi Jerman) menetapkan bahwa Islam tidak cocok dengan budaya Jerman
Seperti dilansir bbc.com, Senin (24/4), Kongres juga menetapkan sikap partai untuk mencoret kewarganegaraan imigran yang melakukan tindak pidana berat. Partai anti imigran yang juga dianggap anti Islam ini memutuskan pula untuk terjun pertama kalinya dalam pemilihan umum September mendatang.- Kelegaan di Eropa: Partai anti-Islam kalah di Pemilu Belanda
- Politisi sayap kanan Jerman: polisi dapat menembak migran ilegal
- Manifesto partai Jerman, AfD, larang adzan dan cadar
Pemimpin AfD sekarang, Frauke Petry mencoba memoderatkan partai, tapi ditolak mentah-mentah. (BBC)[/caption] Kongres yang berlangsung hari Sabtu itu juga diwarnai bentrokan antara polisi dan sebagian dari 15.000 pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kongres. Didirikan pada tahun 2013, AfD meraih popularitas seiring gelombang penolakan terhadap kebijakan pintu terbuka Kanselir Jerman Angela Merkel terhadap para pengungsi, pada tahun 2015 . Partai in berusaha memasuki parlemen nasional untuk pertama kalinya dalam pemilihan bulan September, namun jajak pendapat menunjukkan popularitas AfD mengalami penurunan tajam. - Calon presiden Prancis butuh aliansi untuk putaran kedua
- Politik ekstrem kanan: Brexit, Trump, Wilders, dan Pilkada Jakarta?
- Apakah Wilders yang anti-Islam ancam politik Belanda dan komunitas Indonesia?
- Presiden baru Jerman peringatkan Recep Erdogan
- Kisah desa yang 'berperang melawan budaya Muslim'
- Tempat rahasia politikus anti-Islam Belanda dibocorkan ke geng Maroko
- Wilders, politikus anti-Muslim, endus kemenangan di pemilu Belanda





























