Tamasya Al-Maidah Ingin Pilkada DKI Jujur, Demokratis dan Adil

Tamasya Al-Maidah Ingin Pilkada DKI Jujur, Demokratis dan Adil
Jakarta, Obsessionnews.com - Aksi bela Islam 212 telah melahirkan ‎spirit yang kuat di tengah masyarakat untuk bersatu melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga telah melakukan penistaan agama. Spirit itu diwujudkan kembali dengan menggelar Tamasya Al-Maidah. ‎Tamasya Al-Maidah adalah gerakan dari kelompok masyarakat alumni 212 untuk kembali mendatangi Ibu Kota Jakarta guna ikut berpartisipasi mengawal dan mengawasi jalannya Pilkada DKI putaran kedua yang berlangsung pada 19 April besok. Mereka tidak ingin Pilkada DKI ini dicurangi, dan harus berjalan jujur dan adil. ‎ "Kita ingin mengawal pilkada ini untuk jujur. Kita yakin kalau jujur, demokratis, adil, pasti kita (umat Islam) menang,"‎ ujar Ketua panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo ‎di Al Azhar, Jakarta, Selasa (18/4/2017). Ansufri menegaskan, pihaknya tidak ada maksud untuk mengintimidasi para pemilih seperti yang dituduhkan Polda Metro Jaya. Gerakan ini kata dia, juga tidak dalam rangka mendukung salah satu pasangan calon. Tamasya Al Maidah hanya ingin mengingatkan kepada warga DKI untuk tidak memilih calon yang telah menghina agama. ‎"Tidak ada dukungan kepada paslon. Jadi asalkan tidak orang yang menistakan agama. Masak orang yang menista agama kita angkat jadi pemimpin?" kata‎nya. Menurutnya, dengan mengingatkan warga DKI agar tidak memilik Ahok, bukan berarti Tamasya Al Maidah mendukung calon nomor urut 3 Anies Baswedan.‎ Sebab, menurut dia, saat Pilgub DKI masih diikuti tiga pasang calon, pihaknya juga memperjuangkan Surat Al-Maidah ayat 51. "Kita tidak ada urusan dengan Anies-Sandi, kita tidak ada urusan, urusannya sama Ahok. Kita waktu ada tiga paslon, kita bukan pada Anies-Sandi. ‎Anies-Sandi tak ada hubungan dengan kita, tak ada urusan dengan politik, urusannya semata-mata ingin menegakkan Al-Maidah itu sendiri. Makanya kita namakan Tamasya Al-Maidah," jelasnya. (Albar)‎ ‎‎‎