Pacu Tranformasi BTN, Handayani Rengkuh Women’s Obsession Awards 2017

Obsessionnews.com – Tangguh dan cekatan, Handayani membuktikan dirinya qualified menjabat posisi tertinggi sebuah perusahaan BUMN. Di bawah komandonya, BTN terus bertumbuh melalui berbagai program dan berhasil mengukuhkan diri sebagai bank pemimpin pasar kredit sektor perumahan. Majalah Women’s Obsession turut mengapresiasi torehan positif Handayani tersebut dengan memberikan penghargaan Best Achiever in Professionals di ajang Obsession Awards 2017. Sejak bergabung di Bank Tabungan Negara (BTN), Handayani bersama dengan jajaran direksi bekerja sama memacu transformasi positif perusahaan. BTN pun kembali mengukuhkan diri sebagai bank yang terdepan dalam pembiayaan perumahan. Dalam menjalankan tugasnya, Handayani berperan konsisten sebagai influencer yang mendorong perwujudan pencapaian terbaik bersama dengan target baru, yakni penguatan di bidang digital banking. Satu-satunya direktur wanita di BTN ini berkarakter senang menantang diri, menjajaki berbagai kesempatan, dan mengumpulkan banyak pengalaman bekerja di beberapa instansi. Sebagai bagian dari sebuah perusahaan BUMN, Handayani mengambil peran dalam mendukung berbagai program pemerintah. Salah satunya terkait Nawa Cita yang digagas oleh Presiden Indonesia tentang prioritas mensejahterakan rakyat, khususnya dalam menyiapkan kebutuhan rumah masyarakat yang berpenghasilan rendah. Dalam menjalankan profesinya, ibu satu putri ini berprinsip memahami kemampuan dan keterbatasan diri. Dirinya ingin membuktikan bahwa wanita memang memiliki kompetensi memadai ketika diberikan amanah untuk menempati posisi tertentu dan memberi performa terbaik. Hanny—sapaan akrabnya—diangkat sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 12 April 2016 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2016. Peraih gelar Magister Management dari Universitas Padjajaran, Bandung ini sebelumnya menjabat sebagai Director of Commercial of PT Garuda Indonesia. Dia telah mengikuti sejumlah program pelatihan di antaranya IMA Members Board, SkyTeam Supervisory Board, Certified Financial Planning Program (CFP), Oneshield & ITB, Leadership Series Forum, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Business Financial-Harvard Business School, Boston, USA, dan lainnya. Di bawah kendalinya, BTN mewujudkan upaya peningkatan pangsa pasar pembiayaan rumah (KPR) nasional. Di tengah kondisi ekonomi berdampak pada melambatnya pertumbuhan kredit dan naiknya NPL perbankan nasional, BTN tetap mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan kredit yang tinggi dengan kualitas baik. Di tahun 2016, tercatat aset sebesar Rp214,17 triliun, naik 24,66% dibandingkan tahun sebelumnya, Kredit dan Pembiayaan sebesar Rp164,45 triliun naik 18,34%, dan Laba Bersih Tahun Berjalan mencapai Rp2,62 triliun naik 41,49%. Sepanjang tahun lalu, BTN telah memberikan pembiayaan KPR sebesar Rp28 triliun atau 37,33% dari total pembiayaan yang dikeluarkan. Penguasaan bisnis perumahan mencapai 34,21% di tahun 2016 dan terbesar di antara perbankan nasional. Pangsa pasar pembiayaan KPR subsidi sebesar 96,12%. Semua catatan prestasi ini semakin meyakinkan bahwa BTN telah mengokohkan landasan untuk mendukung akselerasi Program Sejuta Rumah. Bersama dengan tim, Hanny terus melanjutkan kinerja bisnis positif yang tercapai pada tahun lalu. Di sisi penghimpunan dana, BTN membidik porsi dana murah perseroan naik di kisaran 50%. BTN pun memberikan fasilitas kemudahan pembiayaan rumah bagi karyawan beberapa universitas di Indonesia. Tak sebatas penyediaan kredit perumahan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi opportunity yang bisa menciptakan win to win business berbagai aktivitas kerja sama lain, seperti pengembangan pendidikan terkait keuangan, kegiatan corporate social responsibility, dan pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang bisnis properti. Dia pun berharap ini menjadi modal kuat untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Angie Diyya)





























