Diancam Serangkan AS, Ibukota Korut Dikosongkan

Pyongyang - Menyusul ancaman serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Korea Utara, pemimpin negara ini, Kim Jong-un menginstruksikan pengosongan segera Pyongyang. Seperti dilansir ParsToday, Televisi al-Alam melaporkan, Koran Daily Express cetakan Inggris menulis, Kim Jong-un mengeluarkan perintah pengosongan Pyongyang menyusul tensi yang semakin memanas negaranya dengan Amerika Serikat. Sumber ini mengutip media Rusia melaporkan, sekitar 600 ribu warga ibukota Korea Utara direlokasi ke tempat lain. Selama beberapa pekan terakhir, pejabat Amerika Serikat berulang kali mengancam Korea Utara dengan serangan militer jika negara ini terus melanjutkan uji coba rudal nuklir. Meski demikian Pyongyang senantiasa menekankan selama Amerika dan sekutunya melanjutkan ancamannya terhadap Korea Utara, negara ini akan melanjutkan peningkatan kemampuan militer dan serangan preemtivnya. Sebelumnya, seperti dilansir bbc.com, Korea Utara mengatakan serangan rudal AS terhadap Suriah 'membuktikan satu juta kali' bahwa mereka mengambil langkah tepat untuk memperkuat program nuklirnya. Media pemerintah Korut, mengutip seorang juru bicara pemerintah yang tidak disebutkan namanya menyebut bahwa serangan Jumat terhadap Suriah itu merupakan "aksi agresi yang tak bisa ditoleransi terhadap sebuah negara yang berdaulat". Serangan itu merupakan balasan atas dugaan serangan kimia dua hari sebelumnya di sebuah kota Suriah yang dikuasai pemberontak, yang menewaskan 89 orang.
- Krisis Korea Utara: AS kirim armada tempur ke Semenanjung Korea
- Iran: 'Teroris rayakan serangan AS ke Suriah'
- Trump akan 'bereskan' perkara nuklir Korut tanpa dukungan Cina





























