Anies-Sandi Unggul di Lima Survei

Jakarta, Obsessionnews.com – Kolaborasi Partai Gerindra dan PKS paling akhir mengumumkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta 2017. Secara mengejutkan Gerinda dan PKS mendeklaraskan duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Jumat (23/9/2016) sekitar pukul 13.30 WIB. Disebut kejutan, karena sebelumnya nama Anies tak pernah disebut-sebut. Sebelumnya yang santer beredar adalah kader Gerindra, Sandiaga, sebagai cagub, sedangkan cawagubnya adalah kader PKS, Mardani Ali Sera. Namun, di detik-detik terakhir menjelang penutupan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI, terjadi perubahan peta politik. Nama Anies dipasang sebagai cagub, sedangkan Sandi sebagai wakilnya. Dengan demikian Mardani tersingkir. Anies mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Jokowi. Mantan Rektor Universitas Paramidana ini tak berlatar belakang politik. Ia tak menjadi kader parpol apapun. Sebelumnya yang terlebih dahulu mendeklarasikan paslon adalah PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura pada Selasa (20/9/2016). Keempat parpol tersebut mengusung gubernur dan wagub petahana DKI, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Ahok tidak menjadi kader parpol apapun setelah angkat kaki dari Gerindra pada 2014. Sementara Djarot merupakan kader PDI-P yang pernah menjadi Wali Kota Blitar, Jawa Timur. Selanjutnya koalisi Partai Demokrat, PPP, PAN dan PKB mendeklaraskan paslon Agus Yudhoyono Harimurti-Sylviana Murni pada Jumat (23/9/2016) dini hari. Agus putra sulung Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena resmi menjadi cagub, Agus mengundurkan diri dari TNI AD dengan pangkat mayor. Sementara itu Sylvi adalah mantan Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Menjelang Pilkada 15 Februari 2017 sejumlah pihak memandang sebelah mata pada Anies-Sandi. Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei yang menempatkan elektabilitas mereka di tempat buncit. Sedangkan Agus-Sylvi berada di peringkat pertama, dan Ahok-Djarot di posisi kedua. Ketika itu diprediksi Anies-Sandi tak bakalan mengikuti pilkada putaran kedua. Namun, hasil survei tersebut berbeda dengan kenyataan di lapangan. KPU DKI Senin (27/2/2017) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi yang bernomor urut 1 memperoleh 937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot (nomor urut 2) mendapat 2.364.577 (42,99%} dan Anies-Sandi (nomor urut 3) memperoleh 2.197.333 ( 39,95%). Ketiga paslon tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4) mendatang. Lima Survei Unggulkan Anies-Sandi Menjelang pencoblosan pilkada putaran kedua, lima lembaga survei secara resmi mengumumkan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi mengungguli Ahok-Djarot. Adapun kelima lembaga survei tersebut adalah Saiful Mujani Research Center (SMRC), Media Survei Nasional (Median), Polmark, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dan Indonesia Development Monitoring (IDM), Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh SMRC, elektabilitas Anies-Sandi mencapai 47,9 persen, sementara Ahok-Djarot meraih 46,9 persen. Sebanyak 5,2 persen responden menjawab tidak tahu atau rahasia. Survei dilakukan kepada seluruh WNI yang tinggal di DKI Jakarta dan berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan untuk periode 31 Maret hingga 5 April 2017. Responden mencapai 800 orang dan dipilih dengan metode stratified systematic random sampling. Sementara itu hasil survei Median menyebutkan elektabilitas Anies-Sandi mencapai 49,8 persen, sementara Ahok-Djarot hanya 43,5 persen dan 6,7 persen responden belum menentukan pilihan. Survei ini dilakukan pada tanggal 1-6 April 2017, terhadap 1.200 responden warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, dengan margin of Error sebesar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas Kotamadya dan gender. Elektabilitas Anies-Sandi juga unggul dalam hasil survei Polmark, yakni 49,1%, sedangkan Ahok-Djarot 41,1%, sementara yang belum menentukan pilihannya sebanyak 9,8%. Survei dilakukan terhadapv 1.200 responden pada 15-24 Maret 2017, dan mwrginj of error 2,9%. Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi di angka 51,4% dan Ahok-Djarot 42,7%. Sedangkan yang belum memutuskan memilih 5,9%. Data diambil dari 440 responden pada 7-10 April 2017 dengan metode sampling, multistage random sampling. Responden diwawancarai tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei kurang lebih 4,8 persen.Sementara itu hasil survei IDM menunjukkan sebahyqk 82,1% responden mantap memilih Anies-Sandi. Sedangkan Ahok-Djarot dipilih 58,17%. Survei dilakukan pada 4-11 April 2017 dengan mengambil sample/responden sebanyak 1.421 orang dari masyarakat Jakarta yang memiliki hak pilih pada pilkada DKI putaran kedua. Sample dipilih secara random di 5 kotamadya dan 1 kabupaten dengan mengunakan teknik multistage random sampling.mengunakan Margin of error +/- 2,6 % dan tingkat kepercayaan 95%.




























