Total Aspirasikan Suara Rakyat, Emma Yohanna Raih Women’s Obsession Awards 2017

Obsessionnews.com – Sadar menjadi perwakilan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) di parlemen, Emma Yohanna selalu tampil total dalam menyuarakan aspirasi konstituennya. Turba (turun ke bawah) pun menjadi agenda rutin bagi perempuan kelahiran 22 Januari 1955 ini. Tak heran jika ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah untuk Provinsi Sumatera Barat selama dua periode terakhir. Pasca era Aisyah Amini, politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kiprah politisi perempuan asal Sumbar di Senayan nyaris tak terdengar. Kiprah politisi perempuan di Tanah Minangkabau itu seolah kalah bersaing dengan politisi pria. Meski sejatinya, hal tersebut berlaku umum di banyak daerah dan berbanding lurus dengan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Keterpilihan kaum perempuan kurang dari 30%. Bagi Ema, demikian biasanya ia akrab disapa, kursi senat kali ini menjadi yang kedua setelah periode 2009-2014. Dari dua kali Pileg, Ema selalu mendulang suara cukup banyak dan berada di posisi kedua. Pada Pileg 2014-2019 lalu, ia meraih 314.053 suara atau berada di bawah Irman Gusman yang mendulang 407.443 suara. Jumlah suara yang diraihnya memang bukanlah ukuran prestasi yang sesungguhnya. Tapi paling tidak, raihan itu menjadi indikator bahwa kinerja yang ditunjukkan Ema diapresiasi masyarakat Sumbar dan eksistensinya mendulang simpati konstituen. Kini, Ema duduk di bangku Komite IV DPD yang mempunyai lingkup tugas untuk membuat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan APBN, perimbangan keuangan pusat dan daerah, memberikan pertimbangan hasil pemeriksaan keuangan negara dan pemilihan Anggota BPK, pajak, dan usaha mikro, kecil dan menengah. Namun di lapangan, totalitas Ema tampak di berbagai sektor. Salah satunya terlihat saat Ema ikut turun tangan meninjau persiapan haji di daerahnya. Ia merasa perlu memantau persiapan setiap calon jemaah haji dan pemerintah daerah. Di bidang pendidikan, Ema juga sempat mengomentari pengawasan Ujian Nasional tahun 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dirasakan masih kurang. Pasalnya masih saja terjadi kebocoran soal dan jawaban yang terjadi di sekolah-sekolah. Untuk menjemput aspirasi dari masyarakat, Ema tak segan berkunjung ke sekolah-sekolah dan perpustakaan buku. Selain melihat dari dekat, Ema juga membawa informasi penting semisal program di bidang perbukuan/perpustakaan yang dimiliki DPD. Program tersebut menyasar hibah buku untuk perpustakaan publik yang tersebar di kabupaten/kota melalui Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumbar. Pada Januari 2017 lalu, bahkan Ema sempat ‘menggeruduk’ kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat (BNNP Sumbar). Dalam kunjungan, Ema mendapat data pengguna narkoba di daerah Sumbar. Angka tersebut membuktikan bahwa peredaran narkoba di daerah tersebut sudah masuk hingga ke pelosok-pelosok daerah kabupaten/kota. Tidak hanya itu, penggunanya pun beragam dari dewasa, remaja, hingga anak-anak ikut menjadi pelaku pengguna barang terlarang tersebut. Pada kesempatan itu Ema juga meminta untuk melakukan pengurangan peredaran lem. Sebab menurutnya, lem menjadi pintu masuk bagi narkoba. Ema tak hanya vokal di ‘lapangan’. Di parlemen, Ema pun dikenal sebagai senator yang tak gentar menyuarakan pendapatnya yang dianggap benar. Satu di antaranya adalah ketika Ema mempertanyakan eksistensi anggota DPD. Dalam data disebutkan jika anggota DPD asal Sumbar beranggotakan empat orang, namun yang eksis hanya satu orang saja. Statement kritis Ema tersebut disampaikannya dengan sejumlah alasan. Di antaranya yang mendesak adalah saat ini DPD tengah berjuang untuk meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan, bahwa DPD sudah berada pada posisi yang menentukan dalam pengambilan keputusan bersama DPR dan eksekutif. Pin Emas Bukti Dedikasi Ema menjadi satu dari sepuluh tokoh masyarakat penerima pin emas yang diberikan langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, pada 7 Agustus 2016 lalu. Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati hari jadi ke-347 kota Padang. Pin emas diberikan atas dedikasi para tokoh tersebut kepada masyarakat Sumbar. Prestasi lain yang berhasil diraih oleh Ema ialah saat ia dipercaya menjadi ketua Majelis Taklim Indonesia (MTI) Sumatera Barat untuk periode 2016-2020 pada September 2016 lalu. Muslimah berjilbab ini dinilai banyak kalangan sebagai sosok yang dapat dipercaya dan patut diteladani. Selain itu, Ema juga merupakan tokoh yang mampu mengayomi para anggota majelis taklim. Alasan lainnya, Ema merupakan anggota DPD RI dengan latar belakang pendidikan tinggi dengan berbasis agama. Selain menjabat sebagai DPD, Ema juga memanggul sejumlah jabatan penting, di antaranya Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), Wakil Ketua Forum Anak Usia Dini Sumbar, dan Presidium KAHMI Sumbar. Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah Imam Bonjol Padang tahun 1977 ini juga memiliki usaha dan yayasan pendidikan, seperti Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Citra Al-Madina serta sebuah rumah sakit ibu dan anak. [] Indah Kurniasih.





























