Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM Penerima ‘Lifetime Achievement Award 2017’

Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM Penerima ‘Lifetime Achievement Award 2017’
Dunia kesehatan Tanah Air beruntung memiliki tokoh perempuan sekelas Prof. DR. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SPM (K). Dia bukan saja telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia kesehatan, tapi juga telah menebar inspirasi luas bagi kaum perempuan Indonesia. Dalam bidang keilmuan yang digeluti, Nila sapaan akrabnya, sudah mencapai tingkatan tertinggi. Pemilik gelar Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran dari Universitas Indonesia dengan nilai cum laude ini adalah satu dari sedikit guru besar wanita terpandang di bidang kedokteran di Tanah Air. https://www.youtube.com/watch?v=HIPbxmxd7s0 Ketua Medical Research Unit FKUI sejak 2007 itu menjadi motor penelitian-penelitian di almamaternya, dan berperan untuk menaikkan peringkat UI di posisi 201 Times Higher Education – QS World University Ranking atau terbaik di Indonesia. Peringkat UI naik tajam dari posisi 287 pada tahun 2008. Dalam dunia organisasi dan aktivis kesehatan, Nila adalah tokoh yang sulit dicari padanannya. Selain dipercaya memimpin Dharma Wanita Persatuan (2004-2009), dia juga memimpin Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dan Yayasan Kanker Indonesia (2011-2016). Di bawah kepemimpinannya, Dharma Wanita semakin menunjukkan kiprahnya dalam gerak pembangunan bangsa. Nila tampil sebagai pemikir sistem-sistem dan sosok agen perubahan, mampu mengembangkan pemahaman, dan memiliki kompetensi tinggi dalam menciptakan serta mengelola berbagai perubahan. Nila berhasil membawa Dharma Wanita keluar dari predikat sekadar tempat ‘ngerumpi’ ibu-ibu pejabat dan PNS, menjadi wadah untuk mengembangkan diri dan intelektual, sekaligus berbuat sesuatu untuk pemberdayaan perempuan Indonesia. Dia sangat peduli pada berbagai problem yang dihadapi wanita Indonesia, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, hingga rendahnya tingkat pendidikan. Menurutnya, pemberdayaan wanita Indonesia harus dimulai dari bidang kesehatan dan pendidikan, yang akan diikuti dengan peningkatan ekonomi. “Tanpa dilandasi kesehatan dan pendidikan memadai, wanita Indonesia akan tidak berdaya selamanya,” katanya. Dia pernah dipercaya menjabat board member PMNCH The Partnership for Maternal Child and Neonatal Health (PMNCH), lembaga internasional yang melaksanakan inisiatif strategis Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Ibu dan Anak, serta advisory board member EAT FORUM, sebuah inisiatif global berfokus pada isu pangan, kesehatan, dan sustainability. Tak heran, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 kemudian memintanya menjadi utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals yang bertugas menurunkan kasus HIV-AIDS dan angka kematian ibu dan anak di Indonesia. Wanita kelahiran Jakarta, 11 April 1949 ini, kemudian masih dibutuhkan tenaga maupun pemikiran-pemikirannya oleh Presiden Joko Widodo ketika terpilih pada Pilpres 2014. Nila pun mengikuti jejak suaminya menjabat Menteri Kesehatan RI pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sang suami, Prof. Dr. dr. H. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG, menjabat Menteri Kesehatan RI (1998-2000). Ahli oftalmologi yang telah menulis lebih dari 250 karya (tulisan dan buku) ini, juga menjadi potret teladan bagi kaum ibu di Indonesia. Selain sukses dalam pendidikan dan karier, serta pemimpin organisasi yang akomodatif dan visioner, Nila juga mampu menjadi sosok ibu rumah tangga yang hebat dalam mencetak anak-anak hebat. Tiga anak hasil buah kasih dengan sang suami, yakni Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek, dan Puti Anisa Moeloek, berhasil dalam kehidupan masing-masing. Sebagai orang tua, sejak awal mereka menanamkan nilai-nilai agama, terutama dalam menghadapi era globalisasi, kepada mereka. Ketiga anaknya, sejak masih kecil hingga remaja dan memasuki kehidupan dewasa, tergolong sangat dekat dengan kedua orang tua mereka. Ketiganya sangat senang melakukan kegiatan di kamar tidur orang tuanya. Mulai dari belajar, nonton TV, maupun kegiatan kebersamaan lainnya. Sebagai seorang ibu, Nila senantiasa memposisikan diri sebagai seorang teman dan sahabat. Dia mendidik anak-anaknya dengan cara demokratis, di mana segala persoalan dibicarakan dan dipecahkan secara bersama. Anak-anak bahkan diberi kebebasan menentukan pendidikan dan pilihan hidup mandiri masing-masing. Satu pesan yang selalu ditanamkan kepada mereka, dalam mengarungi kehidupan yang serba keras, jangan mudah menyerah, jalani hidup sesuai hati nurani, mandiri, dan bertanggung jawab atas pilihan. Berbagai prestasinya tersebut mengantarkan Nila mendapat penghargaan “Lifetime Achievement Award” dalam ajang  Women’s Obsession Awards 2017 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017). (Andi Nursaiful)