Lembaga Dakwah Khusus Cegah Kristenisasi Dibentuk di Sumbar

Lembaga Dakwah Khusus Cegah Kristenisasi Dibentuk di Sumbar
Padang, Obsessionnews.com – Sebanyak 39 orang pengurus lembaga dakwah Khusus Parmusi Sumatera Barat (Sumbar) resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Ketum PP Parmusi) H. Usamah Hisyam. Lembaga dakwah khusus ini, jelasnya, ditujukan untuk membentengi umat Islam di Minangkabau atau Sumatera Barat secara umum dari pengaruh-pengaruh negatif. Sebab, dari data yang dikumpulkan Parmusi dari berbagai pihak. Aksi-aksi penyesatan, bahkan upaya membuat umat Islam alergi terhadap agamanya sendiri. "Sebelum saya kukuhkan, saya ingin bertanya, apakah saudara-saudara yakin bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup yang benar, sanggupkah saudara-saudara menjalankan dakwah Islam dengan jiwa dan raga," ujar Usamah sebelum mengambil sumpah Lembaga Dakwah Khusus Parmusi di Padang, Jumat (7/4/2017). Menurutnya, Lembaga Dakwah Khusus Parmusi ini akan diterjunkan ke daerah-daerah pelosok di Sumbar. Tak hanya mengukuhkan lembaga dakwah khusus Parmusi. Usamah Hisyam sengaja mengunjungi Sumatera Barat. Untuk memperkuat basis Parmusi di Sumbar. "Sebelumnya (kala masih Masyumi), Sumatera Barat ini adalah jantungnya Parmusi, dan kita berharap dengan datangnya Parmusi dengan paradigma baru yang ingin mempersatukan umat Islam, tanpa ada lagi firqah-firqah dan tak memperuncing perbedaan, tapi merangkul," terang Usamah. Dalam pelantikan pengurus Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) ini, Usamah mengambil sumpah yang berbeda dari sumpah anggota Lembaga Dakwah Khusus Parmusi lainnya. Usamah meminta anggotanya mengulang ucapan ayat kedua Surat Al-Baqarah. Ayat itu berbicara soal Kitab (Al-Quran) yang tak ada keraguan padanya dan sebagai kitab sempurna yang menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya. "Saya sengaja mengambil Ayat Al-Baqarah itu, karena di Sumatera Barat saya tahu falsafah hidupnya adalah Adat bersendi syariat, dan syariat bersendi kitab Allah," kata Usamah. Menurutnya, 39 pengurus Lembaga Dakwah ini nantinya akan disebar ke semua pelosok Sumatera. Dari 39 pengurus itu, nantinya akan membentuk lembaga per-kecamatan hingga kelurahan yang merekrut para pendakwah yang siap membangun dan membentengi aqidah umat dengan ilmu pengetahuan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX, Muhammad Iqbal yang merupakan anggota dewan dari daerah pemilihan Sumbar II dan ketua DPW Parmusi Sumbar, Darmaadi. Ormas Parmusi berasal dari Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia atau Masyumi. Sebuah partai politik yang berdiri pada tanggal 7 November 1945 di Yogyakarta. Partai ini didirikan melalui sebuah Kongres Umat Islam pada 7-8 November 1945, dengan tujuan sebagai partai politik yang dimiliki oleh umat Islam dan sebagai partai penyatu umat Islam dalam bidang politik. Masyumi pada akhirnya dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 dikarenakan tokoh-tokohnya dicurigai terlibat dalam gerakan pemberontakan dari dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Melalui Badan Koordinasi Amal Muslimin (BKAM) para pemimpin Islam tidak menyerah begitu saja, pada sidangnya tanggal 7 Mei 1967 dibentuklah panitia 7 (tujuh) yang diketuai oleh tokoh Muhammadiyah yaitu Faqih Usman, setelah melalui beberapa kali pertemuan dan perjuangan yang berat, akhirnya pemerintah memberikan izin untuk mendirikan sebuah parpol baru, yaitu Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia), untuk menampung aspirasi umat Islam, khususnya bekas konstituen Masyumi, dengan syarat mantan-mantan pemimpin Masyumi tidak boleh menduduki jabatan yang penting dalam tubuh partai Parmusi. Parmusi disahkan berdirinya melalui Keputusan Presiden No. 70 tanggal 20 Februari 1968, kemudian diangkatlah sebagai Ketua Umum Djarnawi Hadikusumo dan Sekretaris Umum Lukman Harun, yang keduanya adalah aktivis Muhammadiyah. Kini, Parmusi bukan lagi partai politik. Parmusi bertransformasi menjadi ormas terdepan dalam melayani Umat Islam. Parmusi menjadi Persaudaraan Muslimin Indonesia, Ormas yang diketuai Usamah Hisyam ini, aktif berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan mengirimkan para pendakwah ke daerah-daerah pelosok di Indonesia. (Red)