Ini Lima Unsur Tingkatkan kualitas Penyelenggaraan Pemilu

Lembang, Obsessionnews.com -Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI mencatat ada lima masalah yang harus segera dibenahi dalam pelaksanaan pemilukada serentak. Pimpinan Bawaslu RI Nelson Simanjuntak mengatakan, setidaknya ada lima unsur yang harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu. Unsur pertama, perbaikan mekanisme pencalonan meliputi perbaikan aturan, pengawasan tahapan dan meningkatkan kualitas pencalonan. Unsur kedua, menurut Nelson adalah kerangka hukum Pemilu. "Hukum Pemilu tidak hanya dipahami dengan baik oleh penyelenggara Pemilu, tetapi juga dipahami dan diikuti masyarakat sebagai pemilih," ujar Nelson pada diskusi “Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017” yang menjadi bagian kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan Bawaslu di Lembang, Jumat (7/4/2017). Selain itu, masyarakat juga harus paham dan tahu hukum Pemilu. Kalau tidak, partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam Pemilu tidak akan mempengaruhi peningkatan kualitas demokrasi. Unsur ketiga, kata Nelson, integritas penyelenggara Pemilu. Integritas penyelenggaraan Pemilu meliputi netralitas, kemandirian dan kualitas penyelenggara Pemilu. Unsur keempat adalah penguatan pelaksana pengawas Pemilu. Dia menilai, sampai saat ini Panwas di tingkat Kabupaten/Kota masih adhoc. "Padahal pada tahapan Pemilu mereka memegang peranan penting dan strategis seperti menyelesaikan sengketa Pemilu,” jelas Nelson. Unsur kelima adalah, manajemen penganggaran dalam pelaksanaan Pemilu. Persoalan keterlambatan anggaran tidak bisa dipungkiri juga mempengaruhi kegiatan pengawasan yang dilakukan jajaran Bawaslu. Untuk diketahui, Bawaslu RI menyelenggarakan media gathering sebagai upaya untuk menyertakan awak media massa nasional dalam tahapan evaluasi Pengawasan Pilkada Serentak 2017. Melalui rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat media gathering, diharapkan muncul komunikasi dan interaksi yang membangun antara Bawaslu dengan media massa. Media Gathering berlangsung di Lembang, Jawa Barat pada 7 sampai dengan 9 April 2017. (Kapoy)





























