Rakyat Bersatu Lawan Terdakwa Penista Al Qur'an

Rakyat Bersatu Lawan Terdakwa Penista Al Qur'an
Oleh: Faizal Assegaf, Ketua Progres 98 Alhamdulillah, makin bergema seruan Aksi Bela Islam menjelang Pilgub DKI Jakarta 19 April. Hal itu merupakan puncak dari rangkaian demo 411, 212, 112. Menariknya, diperkirakan lima juta umat Islam dari seluruh daerah kembali melancarkan protes terbuka terhadap terdakwah penista Al Qur'an, yakni Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Perhelatan akbar tersebut mulai menjalar secara masif dan senyap. Berbagai jaringan serta simpul-simpul massa terus terkonsolidasi dalam spirit persatuan nasional. Pihak Istana telah mengetahui akan terjadi ledakan gerakan massa dan berpotensi people's power. Kali ini, situasi politik nasional bakal jauh lebih mengkhawatirkan. Jokowi dan PDI-P yang memiliki kerja sama strategis dengan Partai Komunis Cina kian cemas. Pasalnya, mereka sadar bahwa hanya kejahatan PKI yang nekat membela penista Al Qur'an. Sebaliknya jutaan umat Islam tetap istiqomah: Mendesak Ahok segera dipenjarakan dan menolaknya menduduki jabatan strategis ibu kota negara. Itu harga mati! Lebih jauh, Pilgub DKI terbaca akan berlangsung curang, dicemari politik uang dan intervensi jaringan penguasa. Ihwal kecurigaan itu makin meresahkan rakyat. Wajar bila jutaan umat Islam dan ulama terbakar amarah. Jika aspirasi umat diabaikan, sudah pasti akan terjadi gejolak politik yang serius. Apalagi semakin jelas pengadilan penistaan agama terlihat bagai panggung sandiwara. Penuh intrik, fitnah, dibuat berlarut-larut dan melecehkan rasa keadilan rakyat. Tak salah bila jutaan umat Islam akan kembali turun ke jalan untuk melakukan perlawanan secara besar-besaran. Pilihan ke arah itu tampaknya sulit dihindari. Lima juta kaum muslim dari berbagi daerah akan berbondong-bondong datang ke Jakarta. Kehadiran mereka akan menjadi momen paling bersejarah: Rakyat bersatu melawan terdakwa penista Al Qur'an! (***)