Wow! Fahri Usul Anggota KPU dari Parpol Semua

Jakarta, Obsessionnews.com - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, setuju dengan usulan Panitia Khusus RUU Pemilu yang memasukkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari unsur partai politik (parpol). Kalau bis, Fahri justru menginginkan semua komisioner KPU diisi oleh orang parpol. "Kalau saya lebih cenderung KPU itu semua adalah perwakilan partai. Itu sudah difixkan saja begitu. Toh ini juga tentang partai semua. Kalau mau bertengkar ada wakilnya dari eksekutif. Kayak zaman di awal dulu itu lebih fair kok, daripada zaman sekarang ini, ada anggota yang kita anggap tidak netral," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/3/2017). Menurut Fahri, masyarakat tidak perlu curiga kalau anggota KPU akan bersikap pragmatis atau tidak netral bila diisi oleh parpol. Toh, kata dia, selama ini masyarakat juga menganggap KPU tidak netral meski diisi oleh profesional. Lebih lanjut Fahri mengatakan, semua akan diatur lebih lanjut dalam UU penyelenggaraan Pemilu. Ia menilai bila disi dari parpol biar nanti jika ada kecurangan para parpo ini yang akan ribut. "Kalau saya lebih enak itu diserahkan kepada partai saja. Kayak sekarang ini kan orang curiga ke penyelenggara. Ya sudah suruh saja partai sendiri makanya. Kalau curang di situ, ya curang semua. Curang-curang saja, orang yang curang mereka. Nggak apa-apa, orang curangnya bareng-bareng," ujarnya. Menurutnya, komposisi KPU dari unsur partai politik juga pernah teruji pada Pemilu pertama pada 1999 silam sebagai Pemilu yang terbaik pada waktu itu. Meskipun pada akhirnya dibatalkan oleh putusan dari Mahkamah Konstitusi. Fahri menilai, keberadaan unsur dari partai politik di penyelenggara Pemilu lebih dapat mengatur partai. Sehingga, saat terjadi proses sengketa Pemilu tidak kemudian selalu dibawa ke MK. Dengan begitu, maka penyelesaian konflik ini dianggap lebih efessien. "Jadi selesaikan saja di situ. Saya punya pandangan begitu, menurut saya jauh lebih safe karena toh ini antara partai-partai. Sebagai elemen permanen di situ sehingga akan lebih fair bila partai mengurusi dirinya sendiri," katanya. (Albar)





























