Israel Terlibat Pembantaian Muslim Rohingya

Laman berbahasa Ibrani walla.co.il membongkar keterlibatan rezim Zionis Israel di pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Seperti dilansir ParsToday, Selasa (21/3/2017), Kantor Berita Tasnim News melaporkan, laman walla.co.il mengungkapkan bahwa rezim ini mengirim senjata dan amunisi kepada militer Myanmar untuk melanjutkan serangan mereka terhadap Muslim negara ini dan Min Aung Hlaing, komandan militer Myanmar yang bertanggung jawab atas pembantaian Muslim Rohingya memiliki hubungan sangat dekat dengan dinas keamanan Israel. Menurut laman Walla.co.il, Israel yang takut terkucil di tengah masyarakat internasional berusaha menyembunyikan lawatan Hlaing ke Tel Aviv dan menutupinya, namun komandan militer Myanmar ini di laman facebooknya membenarkan kunjungannya tersebut dan menyatakan bahwa selama melawat Israel dirinya menandatangani kontrak pembelian senjata dan pelatihan militer Myanmar. Lebih dari satu juta Muslim Rohingya hidup di Myanmar, namun pemerintah negara ini menolak memberi kewarganegaraan kepada mereka. Baru-baru ini, pemerintah Myanmar meningkatkan program pembersihan etnis Muslim Rohingya dengan pembantaian berdarah. Sebelumnya, Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee, menyatakan militer dan polisi Myanmar telah melakukan kejahatah kemanusiaan terhadap minoritas Muslim Rohingya. Lee mengaku belum diberika akses ke daerah konflik di Myanmar. Namun, setelah berbicara dengan pengungsi di Bangladesh dia mengatakan kepada BBC bahwa situasinya "jauh lebih buruk" daripada yang dia diharapkan. "Saya akan mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sudah jelas kejahatan terhadap kemanusiaan oleh militer Burma, Myanmar, penjaga perbatasan atau polisi atau pasukan keamanan," kata Lee seperti dikutip dari BBC, Jumat (10/3/2017) Dia mengatakan masalah penyalahgunaan yang "sistemik" dalam pasukan keamanan Myanmar. Namun ia juga mengatakan bahwa pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi harus menanggung sebagian dari tanggung jawab tersebut. "Pada akhirnya itu menjadi tanggung jawab pemerintah, pemerintah sipil, yang harus menjawab dan menanggapi kasus-kasus besar penyiksaan yang mengerikan dan kejahatan yang sangat tidak manusiawi yang telah mereka lakukan terhadap rakyat mereka sendiri," kata Lee. Menanggapi tudingan itu, juru bicara partai politik Liga Nasional Demokrasi, Win Htein mengatakan laporan yang menyatakan ratusan Muslim Rohingya tewas terlalu berlebihan. Ia bahkan mengatakan PBB terkadang melakukan kesalahan. Partai Liga Nasional Demokrasi adalah partai yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dan kini tengah berkuasa di Myanmar. "Sebagai pemerintah yang baru, kami hanya mencoba untuk mencapai ke negara modern. Kami memiliki ribuan masalah. Kami tidak percaya itu kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini adalah urusan internal, itu bukan urusan internasional," katanya. Lebih dari 70.000 etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir. Mereka melarikan diri setelah serangan militan pada bulan Oktober memicu tindakan keras militer. Pemerintah Myanmar sendiri telah membentuk badan investigasi sendiri atas dugaan pelanggaran tersebut. Tim investigasi ini dipimpin oleh mantan jenderal dan dikritik oleh Lee karena didominasi oleh orang-orang militer dan metodologi penyelidikannya. (*/Red)





























