Ini Dua Pesan Hasyim Kepada Khofifah

Jakarta, Obsessionnews.com - Saat ini rakyat Indonesia sedang berduka yang mendalam, karena kehilangan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Kiai Hasyim Muzadi pada Kamis (16/3/2017) pagi. [caption id="attachment_24813" align="alignleft" width="300"]
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.[/caption] "Indonesia sangat berduka kehilangan beliau," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kompleks Ponpes Al-Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat. Dia mengajak rakyat Indonesia untuk mendoakan Hasyim semoga khusnul khotimah dan segala pemikiran Hasyim untuk membumikan perdamaian dapat dilanjutkan. "Seluruh pikiran-pikiran beliau untuk membumikan Islam sebagai penyemai kasih dan penyemai damai bisa dilanjutkan oleh kita semua," kata Khofifah. Dia mengungkapkan, sepanjang hidupnya Kiai Hasyim selalu menekankan agar membawa Islam sebagai penyemai damai dan penyemai kasih dan juga senantiasa menyampaikan tentang menyelaraskan hubungan antara agama dan negara. "Itu dua hal yang beliau selalu sampaikan," katanya. Khofifah mengenang Hasyim sebagai sosok yang tidak hanya sekadar sang pencerah, namun juga tak kenal lelah dan tak pernah habis energinya untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian, anti radikalisme, anti kekerasan dan mengajak umat berpegang pada Islam sebagai rahmatan lil alamin. Ahmad Hasyim Muzadi lahir di Tuban Jawa Timur pada 8 Agustus 1944. Hasyim wafat di usia 73 tahun di kediamannya di kompleks Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa Timur. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Sehari sebelum meninggal dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berserta Ibu Negara Iriana menjenguk Hasyim Muzadi pada Rabu (15/3) di kediaman Hasyim yang terletak di Jalan Cengger Ayam, Kota Malang. (Purnomo)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.[/caption] "Indonesia sangat berduka kehilangan beliau," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kompleks Ponpes Al-Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat. Dia mengajak rakyat Indonesia untuk mendoakan Hasyim semoga khusnul khotimah dan segala pemikiran Hasyim untuk membumikan perdamaian dapat dilanjutkan. "Seluruh pikiran-pikiran beliau untuk membumikan Islam sebagai penyemai kasih dan penyemai damai bisa dilanjutkan oleh kita semua," kata Khofifah. Dia mengungkapkan, sepanjang hidupnya Kiai Hasyim selalu menekankan agar membawa Islam sebagai penyemai damai dan penyemai kasih dan juga senantiasa menyampaikan tentang menyelaraskan hubungan antara agama dan negara. "Itu dua hal yang beliau selalu sampaikan," katanya. Khofifah mengenang Hasyim sebagai sosok yang tidak hanya sekadar sang pencerah, namun juga tak kenal lelah dan tak pernah habis energinya untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian, anti radikalisme, anti kekerasan dan mengajak umat berpegang pada Islam sebagai rahmatan lil alamin. Ahmad Hasyim Muzadi lahir di Tuban Jawa Timur pada 8 Agustus 1944. Hasyim wafat di usia 73 tahun di kediamannya di kompleks Ponpes Al-Hikam, Malang, Jawa Timur. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur. Sehari sebelum meninggal dunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berserta Ibu Negara Iriana menjenguk Hasyim Muzadi pada Rabu (15/3) di kediaman Hasyim yang terletak di Jalan Cengger Ayam, Kota Malang. (Purnomo) 




























