Bazar PUM Bergengsi Karya Mahasiswa Bernuansa Belanda Digemari

Jakarta, Obsessionnews.com – Memasuki hari terakhir, Minggu (12/3/2017), Pop Up Market (PUM) 2017 dibanjiri pengunjung. Thematic local brands bazaar di bawah naungan undergraduate Universitas Prasetya Mulya ini memang kehadirannya ditunggu-tunggu. Baik pebisnis muda maupun konsumen. Event ini didukung 104 tenant dan digelar pada 9-12 Maret 2017 pukul 11.00-22.00 WIB di Lotte Shopping Avenue, Prof Dr Satrio, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Bazar ini akan membawa pengunjung pada suasana negara kincir angin, Belanda. Terlihat lokasi pameran menonjolkan Water mill 1200 Roe, sebuah kincir angin segi delapan yang awalnya hanya digunakan untuk menjaga daerah rawa kering dan sekarang menjadi tempat wisata terkenal di Amsterdam. “Tiap tahun Pop Up Market selalu menampilkan tema yang berbeda. Tahun ini mengusung tema Negen Straatjes yang merupakan salah satu kawasan perbelanjaan di Amsterdam. Sementara pada 2016 lalu mengusung tema Santa Fe, New Mexico,” ucap salah satu Public Relation PUM, Felicia kepada Obsessionnews saat hunting lokasi. Berbagai kategori menjadi agenda. Hari pertama PUM dilengkapi dengan band performance, pengumuman pemenang dari Merchandise Design Competition, Poster Design Competition, dan Pop Up Snap.
PUM bertujuan untuk mendukung dan memfasilitasi local brand dan start-up bisnis di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya. Hari ketiga ini pengunjung juga dihibur oleh music performance yang dibawakan oleh Monochrome dan music performance dari KLAV. Serta workshop oleh SONY yang merupakan sponsor PUM 2017 dan workshop hair do dan make up oleh studio Make Up. Pop Up Market memang memiliki keunikan tersendiri dari segala aspek. Tak heran jumlah visitors selalu bertambah setiap harinya. Selain dijamu oleh berbagai macam tenant fashion maupun food and beverage. Dimana bisa dikemas dengan begitu menarik dan edukatif sehingga pengunjung yang datang dapat pulang dengan membawa bekal yang bermanfaat. Kemeriahan juga terlihat saat pengunjung disuguhi kuis-kuis menarik. Dilengkapi dengan pemberitahuan adanya Outfit Of The Day (OOTD) Competition yang dilaksanakan pada hari pertama hingga hari ketiga. Tidak kalah menariknya lagi kompetisi ini berkolaborasi dengan Bobobobo dan PAHI.id.
Dekan Universitas Prasetya Mulya Prof Agus W Soehadi mengatakan pertama kali PUM dilangsungkan pada 2012 dengan 40 tenant dengan jumlah 13.790 visitors. Lalu 2016 lalu 113 tenant dengan 51.998 visitors. Uniknya lagi tutur Agus, ajang ini bukan sekedar bazar, namun acara untuk berdiskusi bagaimana pengembangan bisnis kreatif. (Popi)
PUM bertujuan untuk mendukung dan memfasilitasi local brand dan start-up bisnis di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya. Hari ketiga ini pengunjung juga dihibur oleh music performance yang dibawakan oleh Monochrome dan music performance dari KLAV. Serta workshop oleh SONY yang merupakan sponsor PUM 2017 dan workshop hair do dan make up oleh studio Make Up. Pop Up Market memang memiliki keunikan tersendiri dari segala aspek. Tak heran jumlah visitors selalu bertambah setiap harinya. Selain dijamu oleh berbagai macam tenant fashion maupun food and beverage. Dimana bisa dikemas dengan begitu menarik dan edukatif sehingga pengunjung yang datang dapat pulang dengan membawa bekal yang bermanfaat. Kemeriahan juga terlihat saat pengunjung disuguhi kuis-kuis menarik. Dilengkapi dengan pemberitahuan adanya Outfit Of The Day (OOTD) Competition yang dilaksanakan pada hari pertama hingga hari ketiga. Tidak kalah menariknya lagi kompetisi ini berkolaborasi dengan Bobobobo dan PAHI.id.
Dekan Universitas Prasetya Mulya Prof Agus W Soehadi mengatakan pertama kali PUM dilangsungkan pada 2012 dengan 40 tenant dengan jumlah 13.790 visitors. Lalu 2016 lalu 113 tenant dengan 51.998 visitors. Uniknya lagi tutur Agus, ajang ini bukan sekedar bazar, namun acara untuk berdiskusi bagaimana pengembangan bisnis kreatif. (Popi) 




























