Kunjungan Raja Salman Terkait 'Perang Pengaruh' Saudi vs Iran?

Jakarta - Kedatangan Raja Salman di Indonesia, dan sejumlah negara lainnya, diyakini sejumlah pengamat sebagai lawatan yang tidak murni bermotif ekonomi, tapi juga dilatarbelakangi pertarungan pengaruh Arab Saudi dan Iran. Smith Alhadar, penasihat di Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES), menilai 'Saudi berupaya sedapat mungkin agar pengaruh Iran di Indonesia dihilangkan, atau paling tidak dikurangi'. Menurutnya, pertarungan perebutan pengaruh Arab Saudi-Iran melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah selama beberapa tahun terakhir. Di Suriah, misalnya, Iran mendukung rezim Bashar al-Assad, sedangkan Saudi menyokong kelompok-kelompok oposisi Islamis. Kemudian di Yaman, Saudi menggerakkan koalisi yang mendukung pemerintahan Abed Rabbo Mansour Hadi guna memerangi pemberontak Houthi beraliran Syiah sokongan Iran.
Data realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2016 berdasarkan negara asal. Iran berada di urutan 33, Arab Saudi menempati peringkat 57. (BBC)[/caption] Murni ekonomi Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menepis pandangan soal pertarungan pengaruh Arab-Saudi dan Iran. Dia menyebutkan motif Arab Saudi menanamkan modal di Indonesia murni didorong kepentingan ekonomi. "Saya tidak berpikir ke sana. Raja Salman, menurut hemat saya, sedang mulai melakukan upaya-upaya memperkuat ekonomi mengingat belasan tahun ke depan, minyak mungkin akan habis," kata TB Hasanuddin.
- Lawatan Raja Salman: Seberapa penting Arab Saudi bagi Indonesia?
- Disepakati kerja sama Arab Saudi-Indonesia senilai Rp93 triliun
- Mengharap keuntungan hubungan ekonomi Saudi-Indonesia
- Babak baru Iran setelah sanksi ekonomi dicabut
- Pesawat Airbus pertama yang dibeli Iran sudah mendarat
Data realisasi investasi dari Januari hingga Desember 2016 berdasarkan negara asal. Iran berada di urutan 33, Arab Saudi menempati peringkat 57. (BBC)[/caption] Murni ekonomi Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menepis pandangan soal pertarungan pengaruh Arab-Saudi dan Iran. Dia menyebutkan motif Arab Saudi menanamkan modal di Indonesia murni didorong kepentingan ekonomi. "Saya tidak berpikir ke sana. Raja Salman, menurut hemat saya, sedang mulai melakukan upaya-upaya memperkuat ekonomi mengingat belasan tahun ke depan, minyak mungkin akan habis," kata TB Hasanuddin. - Tujuh hal tentang permusuhan Iran dan Arab Saudi
- Pemimpin tertinggi Iran tuduh Saudi 'membunuh' jemaah haji
- Ketegangan Saudi-Iran, Kuwait menarik duta besarnya dari Iran





























