Jenis Racun Kim Jong-nam Paling Mematikan di Dunia

Jakarta, Obsessionnews.com- Kim jong-nam kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim jong-un tewas di Bandara Kuala Lumpur Malaysia setelah wajahnya disemprot dengan cairan berbahaya oleh dua wanita, dimana salah satunya adalah warga negara Indoneia Siti Aisyah yang kini sudah berstatus sebagai terdakwa. Kepolisian Malaysia mengungkapkan, kematian Kim jong-nam tidak membutuhkan waktu lama, setelah cairan itu disembur kemuknya, ia langsung mengalami kejang-kejang dan nyeri yang begitu hebat, hingga akhirnya dalam waktu 20 menit Kim jong-nam mati dalam perjalanan menuju rumah sakit. Diketahui, cairan yang disemprotkan adalah racun saraf venomous Agent X (VX) yakni salah salah satu senjata kimia paling mematikan di dunia. Racun ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris pada 1950 lalu sebagai bagian dari keluarga senyawa kimia organofosfat. Jenis racun ini tidak memiliki rasa ataupun bau apapun. Chemical Weapons Conventions pada 1997 dan 2005 lalu telah melarang penggunaan racun berbahaya ini. Amerika Serikat dan beberapa negara besar yang memiliki VX mulai memusnahkan racun saraf VX tersebut pada akhir 1960. Akan tetapi, Korea Utara yang tidak mengambil bagian dalam konvensi tersebut diperkirakan asih memiliki sekitar 2.500-5000 ton racun ini. Racun ini bekerja dengan cara mengikat dan menonaktifkan enzim yang dapat mematikan molekul pemberi sinyal saraf, asetikolin. Ketika seseorang terpapar racun saraf VX, asetikolin yang yang bersirkulasi bebass dalam sinapsis tidak dapat keluar dari peredaran dan terus menerus menempel pada reseptor di seluruh tubuh. Akibatnya, terjadi kejang otot yang tidak terkontrol. Seiring berjalannya waktu, otot-otot akan menjadi lelah dan berhenti bekerja. Kondisi ini akan berujung pada berhentinya kerja otot jantung untuk berdetak. Oleh karena itu, racun saraf VX bahkan dianggap lebih mematikan dari gas sarin. Racun ini dapat memiliki bentuk gas atau cair dengan tekstur yang kental menyerupai oli. Gejala-gejala dari paparan gas racun saraf VX biasanya akan muncul dalam hitungan detik. Sedangkan gejala dari paparan cairan racun saraf VX dapat muncul dalam hitungan menit hingga jam. Paparan 10 miligram cairan racun saraf VX pada kulit sudah cukup untuk membunuh sesorang. "Meski orang-orang dapat pulih dari paparan ringan, paparan racun yang berat umumnya mematikan," menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Live Science. Paparan racun saraf VX bisa dikurangi dengan cara mencuci area kulit dengan sabun dan air. Di samping itu, orang yang terkena racun saraf VX bisa dibantu dengan pemberian obat penawar atropine untuk mencegah stimulasi berlebih dan penurunan fungsi reseptor. Obat penawar lain yang bisa diberikan ialah pralidoxime, enzim reaktif yang berfungsi mengeluarkan asetilokin dari peredaran. Akan tetapi obat penawar ini harus segera diberikan setelah terpapar untuk menghalau efek mematikan dari VX. Dalam kasus Kim Jong Nam, ahli racun John Robertson menilai kedua wanita yang menyapukan kain di wajah Kim Jong Nam menggunakan dua zat kimia. Kedua zat kimia ini ia yakini membentuk reaksi kimia yang membentuk VX. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kedua wanita dapat dengan mudah menangani zat kimia yang digunakan untuk membunuh Kim Jong Nam tidak terancam nyawanya. (Albar)





























