Korsel Siapkan Rp7,4 Trilun untuk Hadapi Rudal Korut

Seoul - Departemen Perencanaan Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Jumat (24/2) mengumumkan, Seoul menganggarkan 530 juta dolar untuk menghadapi ancaman-ancaman rudal Korea Utara. Seperti dilansir ParsToday, Tasnim News (25/2) melaporkan, paket anggaran itu disahkan untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal termasuk satelit mata-mata, rudal udara ke udara dan pesawat tanpa awak jarak menengah. Ketegangan di Semenanjung Korea kembali memburuk sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklirnya dan menembakkan beberapa unit rudal balistik. Sebagian besar kekhawatiran negara-negara sekutu Amerika Serikat terkait Korea Utara adalah rudal-rudal balistik lintas benua baru Pyongyang yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Korea Utara baru-baru ini melakukan uji coba nuklirnya. Pyongyang hingga kini sudah melakukan empat kali uji coba nuklir yaitu pada tahun 2006, 2009, 2013 dan 2016, sehingg negara itu dijatuhi sanksi Dewan Keamanan PBB. Korea Utara menegaskan bahwa selama Amerika dan sekutu-sekutunya mengancam negara itu, Pyongyang akan terus memperkuat kemampuan militer dan serangan preventifnya.
Sebelumnya, Dinas Intelijen Korea Selatan mengatakan, jenis baru rudal balistik yang diluncurkan oleh Korea Utara memiliki jangkauan lebih dari 2.000 kilometer. Seperti dilansir kantor berita Reuters, Dinas Intelijen Korsel dalam sebuah pernyataan, Senin (13/2/2017) menambahkan, rudal baru itu berbahan bakar padat dan hasil modernisasi dari rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam Korut. Pada Senin malam, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat atas permintaan Amerika Serikat, Korsel dan Jepang. Dewan menegaskan Pyongyang harus meninggalkan uji coba rudal balistik di masa depan dan melaksanakan resolusi-resolusi PBB. Pada 12 Februari, Korut menembakkan sebuah rudal balistik dari Provinsi Pyongan ke arah Laut Jepang. Pada September 2016, Korut melakukan uji coba rudal nuklirnya yang kelima. Pyongyang sejauh ini telah empat kali melakukan tes nuklir yaitu tahun 2006, 2009, 2013 dan 2016. Sejak saat itu Korut dijatuhi sanksi oleh PBB dan beberapa negara dunia. Pyongyang menegaskan selama AS dan sekutunya mengancam Korut, mereka akan terus memperkuat kemampuan militer dan mempersiapkan serangan pre-emptive.
Dikecam Korsel Korea Selatan pada hari Ahad (12/2/2017) mengecam peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara. Seperti dilansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Korsel dalam satu pernyataan mengatakan, peluncuran itu adalah ancaman bagi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea, dan jelas-jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. "Berbagai provokasi Korut menunjukkan esensi pemerintahan Kim Jong-un yang tidak rasional dan obsesi gila dalam pengembangan nuklir dan rudalnya," tegas statemen itu. Militer Korsel mengatakan, Korut telah menembakkan sebuah rudal balistik ke lepas pantai timur pada Ahad pagi. Ini adalah uji coba pertama mereka sejak Presiden AS Donald Trump berkuasa. Korut menegaskan uji coba nuklir dilakukan untuk merespon kebijakan bermusuhan AS. (*/Red)
Sebelumnya, Dinas Intelijen Korea Selatan mengatakan, jenis baru rudal balistik yang diluncurkan oleh Korea Utara memiliki jangkauan lebih dari 2.000 kilometer. Seperti dilansir kantor berita Reuters, Dinas Intelijen Korsel dalam sebuah pernyataan, Senin (13/2/2017) menambahkan, rudal baru itu berbahan bakar padat dan hasil modernisasi dari rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam Korut. Pada Senin malam, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat atas permintaan Amerika Serikat, Korsel dan Jepang. Dewan menegaskan Pyongyang harus meninggalkan uji coba rudal balistik di masa depan dan melaksanakan resolusi-resolusi PBB. Pada 12 Februari, Korut menembakkan sebuah rudal balistik dari Provinsi Pyongan ke arah Laut Jepang. Pada September 2016, Korut melakukan uji coba rudal nuklirnya yang kelima. Pyongyang sejauh ini telah empat kali melakukan tes nuklir yaitu tahun 2006, 2009, 2013 dan 2016. Sejak saat itu Korut dijatuhi sanksi oleh PBB dan beberapa negara dunia. Pyongyang menegaskan selama AS dan sekutunya mengancam Korut, mereka akan terus memperkuat kemampuan militer dan mempersiapkan serangan pre-emptive.
Dikecam Korsel Korea Selatan pada hari Ahad (12/2/2017) mengecam peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara. Seperti dilansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Korsel dalam satu pernyataan mengatakan, peluncuran itu adalah ancaman bagi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea, dan jelas-jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. "Berbagai provokasi Korut menunjukkan esensi pemerintahan Kim Jong-un yang tidak rasional dan obsesi gila dalam pengembangan nuklir dan rudalnya," tegas statemen itu. Militer Korsel mengatakan, Korut telah menembakkan sebuah rudal balistik ke lepas pantai timur pada Ahad pagi. Ini adalah uji coba pertama mereka sejak Presiden AS Donald Trump berkuasa. Korut menegaskan uji coba nuklir dilakukan untuk merespon kebijakan bermusuhan AS. (*/Red) 




























