Edi Sukmoro: Terus Berakselerasi, KAI Tak Henti Berinovasi

Edi Sukmoro: Terus Berakselerasi, KAI Tak Henti Berinovasi
Sejak dulu sampai kini, kereta api menjadi moda favorit rakyat. Meski performa perusahaan yang mengurus kereta api itu dalam perjalanannya pernah mengalami pasang surut, tapi tetap saja dibutuhkan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memahami itu dan terus bergerak, berakselerasi dengan kebutuhan masyarakat serta berinovasi sampai kemudian rakyat memberikan apresiasi. Di bawah kepemimpinan Edi Sukmoro sebagai Direktur Utama PT KAI, perusahaan BUMN bidang transportasi itu tak hanya eksis menjaga kesuksesan pemimpin sebelumnya, tapi juga meningkatkan kinerja dan pelayanan yang mumpuni. Sejak ditunjuk menjadi pucuk eksekutif di PT KAI, Edi mengaku optimis meskipun tantangan yang akan dihadapi cukup besar karena harus menggantikan Ignasius Jonan, sosok yang diakuinya mempunyai kinerja yang mumpuni dan memiliki reputasi yang bagus dalam membenahi perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya, hal itu bukan perkara yang gampang untuk dilakukan mengingat perubahan yang terjadi di PT KAI tak semudah membalikkan telapak tangan. “Saat saya diberikan kepercayaan memimpin PT KAI, ada tantangan tersendiri yang saya rasakan. Namun, saya optimis, dengan dukungan seluruh insan PT KAI, kami bisa meningkatkan kinerja dan pelayanan kereta api,” ujar Edi. [caption id="attachment_180129" align="alignleft" width="326"] Sejak menjabat 28 Oktober 2014, Edi Sukmoro mampu menjaga eksistensi bisnis dan pelayanan PT KAI secara baik.[/caption] Edi mengakui bahwa kereta api Indonesia berubah drastis di bawah kepemimpinan Jonan. Namun, ia harus siap memimpin PT KAI dan meneruskan perjuangan tersebut untuk memberikan gebrakan pelayanan kepada masyarakat. Syukurnya, dengan kemampuan leadership yang juga baik didukung direksi-direksi yang mumpuni dan seluruh pegawai PT KAI, ia kini sukses memimpin perseroan ini dan melahirkan berbagai inovasi dan kemajuan yang kian memudahkan masyarakat. Sejak menjabat 28 Oktober 2014, ia mampu menjaga eksistensi bisnis dan pelayanan PT KAI secara baik. Performa perseroan berada pada posisi yang bagus. Selama tahun 2016, PT KAI berhasil mengangkut sebanyak 350 juta penumpang (unaudited). Pada beberapa hajatan besar seperti Angkutan Lebaran 2016 misalnya, PT KAI berhasil mengangkut 5,48 juta penumpang, meningkat 7,3% dari jumlah penumpang tahun sebelumnya yakni sebanyak 5,10 juta penumpang. Sedangkan pada Angkutan Natal 2016 & Tahun Baru 2017, PT KAI berhasil mengangkut 4,6 juta penumpang, meningkat 12,3% dari masa angkutan Nataru tahun sebelumnya yakni 4,1 juta penumpang. Kedua masa angkutan penting itu pun dilaksanakan dengan predikat zerro accident yang artinya PT KAI berhasil melaksanakan perjalanan KA dengan selamat dan aman.   PT KAI juga melakukan beberapa inovasi seperti Check-in Mandiri di mana boarding pass yang tercetak digunakan untuk menggantikan tiket konvensional yang selama ini digunakan;Pre-order Meals dimana para pengguna jasa KA dapat memesan makanan dan minuman pre ordersaat memesan tiket melalui aplikasi KAI Access ataupun melalui website https://tiket.kereta-api.co.id/;Kartu Rail Pay yang merupakan e-money (uang elektronik) bagi membership PT KAI dan loyalty program yang dapat digunakan sebagai alat pembelian tiket KA jarak jauh, pembelian tiket pesawat, tiket kapal laut, dan tiket bus Damri, dan bisa dipakai pada KRL Jabodetabek, KA bandara, bus Transjakarta, bus Transjogja, bus Batik Solo Trans, serta LRT. Rail Pay juga dapat digunakan untuk pembayaran jalan tol, pembayaran parkir, pembelian BBM di SPBU Pertamina, belanja di toko-toko retail, pembayaran tagihan PLN, Telkom, pay TV, dan lain-lain. Inovasi lain yang dilakukan PT KAI adalah menghadirkan Rail Clinic yakni kereta kesehatan pertama di Idonesia. Rail Clinic merupakan wujud kepedulian PT KAI untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur kereta api dan sulit dijangkau pelayanan kesehatan. “Rail Clinic menjadi sarana bagi PT KAI untuk membuktikan bahwa perseroan memberikan awareness kepada masyarakat sekitar. Jadi masyarakat yang dilalui oleh rel bisa merasakan bahwa kalau kereta api maju, maka mereka juga bisa merasakan kemajuan tersebut,” jelas Edi. Inovasi memang menjadi salah satu nilai utama yang dijunjung PT KAI. Hal ini karena kebutuhan pasar sangat dinamis dan teknologi informasi sudah melebur dalam dunia bisnis. Di bawah kepemimpinan Edi Sukmoro, inovasi pelayanan apalagi yang bersentuhan dengan TI kian digali. Untuk menumbuhkan iklim yang kompetitif dan membangun, Edi pun memberikan kesempatan bagi setiap pegawai untuk memunculkan ide dan inovasi bagi kemajuan pelayanan PT KAI. Ia juga menganjurkanjika ada ide-ide cemerlang dari pegawai harus diangkat dan diwujudkan supaya terobosan-terobosan baru bisa dicapai oleh PT KAI. PT KAI juga menunjukkan komitmen pelayanan primanya dengan memberikan jaminan asuransi kepada penumpang. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera yang menjamin asuransi bagi penumpang kereta. Penandatanganan MOU ini merupakan perpanjangan kontrak yang sebelumnya sudah dilakukan. Sejalan dengan program pembangunan pemerintah, PT KAI pun mendapat kepercayaan untuk ikut mengembangkan transportasi berbasis rel di berbagai daerah di Indonesia. “Pada tahun 2017, terdapat penugasan pemerintah yang harus kami selesaikan. Diantaranya penyelesaian jalur KA Bandara Soekarno-Hatta, pengadaan sarana dan operasional KA Bandara Internasional Minangkabau. Selain itu, KAI juga harus memperhatikan penugasan LRT Palembang yang ditargetkan selesai pada tahun 2018,” kata Edi. Ada juga penugasan pengadaan sarana di jalur KA Trans Sumatera, dan KA Bandara Adi Sumarmo Solo. PT KAI juga terlibat dalam pengembangan KA Trans Sulawesi. Di samping berbagai inovasi dan penugasan besar tersebut, Edi selalu menegaskan agar pelayanan PT KAI memprioritaskan keselamatan. “Everyday is safety day, safety has no holiday. Itu komitmen kami bagi keselamatan perjalanan KA,” pungkas Edi. (Men’s Obsession/Sahrudi)Artikel ini dalam versi cetak dapat dibaca di Majalah Men’s Obsession edisi Februari 2017.