Kim Jong-nam Mati Karena Racun Syaraf

Jakarta, Obsesionnews.com - Setelah menyelidikan yang mendalam, pihak kepolisian Malaysia menyatakan, bahwa kematian Kim Jong-nam kaka tiri dari Presiden Korea Utara, Kim Jong-un dikarekenakan adanya akibat racun syaraf yang mematikan sel-sel tubuh. Racun jenis agen saraf VX ditemukan masuk ke dalam tubuhnya, dengan cara disemprotkan melalui kulit saat ia berada di terminal keberangkatan Bandaraa Internasional Kuala Lumpul. Racun ini diklasifikasikan sebagai salah satu senjata pemusnah massal oleh PBB. Dari rekaman CCTV bandara, Kim Jong-nam yang tengah berada di keramaian secara tiba-tiba didekati oleh dua perempuan. Dimana salah satu pelakunya adalah tenaga kerja Indonesia Siti Aisyah. Mereka kemudian terlihat menyeka sesuatu ke wajah pria berusia 46 tahun itu dan seketika pergi menjauh. Kim Jong-nam meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Kepolisian Malaysia kemudian melakukan investigasi, salah satunya dengan memeriksa jenazah korban secara keseluruhan. "Racun kimia berupa agen saraf terdeteksi ada dalam penyeka yang digunakan untuk mengelap area mata dan wajah Kim Jong-nam. Kami juga masih melakukan penyelidikan apakah ada kemungkinan bahan kimia lainnya mungkin digunakan sebagai senjata," ujar Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar dilansir BBC, Jumat (24/2/2017). Racun kima berupa agen saraf VX yang masuk ke kulit kemungkinan mempengaruhi sistem saraf manusia dalam waktu hanya beberapa menit. Pertama kali, seseorang yang terkena akan merasa gemetar, hingga kemudian tewas seketika. Terkait pembunuhan Kim Jong-nam, Kepolisian Malaysia telah melakukan penangkapan terhadap dua perempuan yang merupakan warga Vietnam dan Indonesia itu. Kemudian lima warga Korut juga ditahan dan proses penyelidikan hingga saat ini masih berjalan. Pihak berwenang Malaysia hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait apakah kemungkinan Pemerintah Korut berada di balik pembunuhan dengan racun kimia tersebut. Namun pihaknya mengisyaratkan bahwa rezim dari negara terisolasi itu memiliki kemungkinan paling besar. Pasalnya, diketahui Presiden Korut Kim Jong-un memiliki gaya kepemimpinan diktator. Ia tidak segan-segan menghabisi lawan politiknya dengan dibunuh, bahkan pamannya sendiri. Kim Jong-un dikenal sangat kritis terhadap pemerintah Korut, ia juga sempat digadang-gadang akan menggantikan ayahnya Kim Jong-li.





























