Jika Tak Rasional, Unjuk Rasa Akan Dijauhi Publik

Jika Tak Rasional, Unjuk Rasa Akan Dijauhi Publik
Jakarta, Obsessionnews.com– Direktur Eksekutif Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai aksi unjuk rasa yang marak dilakukan justru tidak disukai publik. Apalagi jika para pelaku unjuk rasa tak bisa mampu menjelaskan alasan secara rasional. “Kalau para pelaku aksi tidak bisa menjelaskan alasan rasional, bukan tidak mungkin mereka justru akan ditinggalkan publik. Sekarang saja saya melihat publik sudah mulai jenuh,” ujar Ray kepada Obsessionnews.com, Senin (20/2/2017). Menurut Ray, indikasi bahwa publik sudah jenuh terlihat dari hasil Pilkada DKI Jakarta yang digelar 15 Februari lalu. “Kita bisa lihat. Meski aksi dilakukan oleh ratusan ribu hingga jutaan massa, toh pasangan Ahon-Djarot tetap menang di Pilkada,” katanya. Di sisi lain, tambah Ray, selama ini aksi unjuk rasa terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, justru lebih banyak melibatkan warga di luar DKI Jakarta. Itu pula yang menjadi salah satu alasan Ahok menang di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta. “Saran saya, sebaiknya kawan-kawan ini jangan terlalu membuang energi. Tunggu saja proses peradilan. Kalau ada penyimpangan di dalamnya, baru 'hajar' dengan aksi lagi,” pungkas Ray. (Fath)