Sungai Cirebon Langganan Banjir, DPR Desak Menteri PU Rehabilitasi

Sungai Cirebon Langganan Banjir, DPR Desak Menteri PU Rehabilitasi
Cirebon, Obsessionnews.com - Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) perlu segera merehabilitasi sungai-sungai di wilayah Kabupaten Cirebon Timur mengingat seringnta wilayan tersebut menjadi langganan banjir setiap musim penghujan. "Kalau tidak dikeruk dan ditanggul, pemukiman dan pesawahan dipastikan akan terus menderita musibah kebanjiran," ungkap Yoseph Umarhadi, Anggota Komisi V DPR RI dapil Cirebon, Sabtu (18/2/2017), saat melalui kunjungan kerja di daerah tersebut. [caption id="attachment_179258" align="aligncenter" width="640"] Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi sedang meninjau sungai di Kabupaten Cirebon.[/caption] Yoseph mengungkapkan, Banjir kali ini dialami hampir semua kecamatan yang berada di sepanjang sungai-sungai di Kabupaten Cirebon Timur. Curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan, serta dangkalnya sungai dan tiadanya tanggul-tanggul di tepi sungai, maka hujan sedikit saja sudah menyebabkan banjir. “Apalagi hujan dengan intensitas sedang dan tinggi,” tambahnya. Menurut dia, sedikitnya lima kecamatan termasuk jalan raya Pantura Kanci Losari serta persawahan terendam air banjir. “Lima kecamatan itu ialah Susukan Lebak, Kecamatan Lemahabang, Kecamatan Astana Japura, Kecamatan Pangenan, dan Kecamatan Mundu. Banjir rata-rata setinggi 60 cm sampai 1,5 meter,” jelasnya. Sementara itu, Staf Sari Balai Cimanuk Cisanggarung, Haji Kasno memaparkan, sebenarnya resiko banjir sudah diingatkan beberapa tahun lalu karena dangkalnya sungai alibat sedimentasi dan tiadanya tanggalil sungai. "Kami sebenarnya sudah mengganggarkan pengerukan dan penanggulan namun karena pemerintah daerah Kabupaten Cirebon tidak sanggup pembebasan lahan untuk akses alat berat dan penumpukan tanah, maka akhirnya program itu gagal meski sudah mau ditenderkan," bebernya. Untuk mengatasi masalah banjir, lanjut Yoseph, maka tidak ada jalan lain harus dilakukan pengerukan dan penanggulan. “Anggaran lumayan besar. Kalau untuk mengatasi sungai-sungai di Kabupaten Cirebon, Balai Camanuk Cisanggarung, memerlukan dana kurang lebih Rp1,2 triliun. Tentu saja bertahap, yang penting sungai-sungai yang melewati pemukiman harus diprioritaskan,” tegasnya. Akibatnya keterlambatan realisasi proyek tersebut, tandas Yoseph, banjir banyak tebing terkikis dan longsor, sedikitnya 16 rumah yang sangat kristis karena berada di tebing yang sudhaatidak mungkin ditinggali. “Karena itu harus dipindahkan ke lahan yang lebih aman,” tututrnya. Untuk itu, Yoseph mendesak agar Pemda Kabupaten Cirebon segera menginventarisasi rumah-rumah tersebut dan mencarikan atau menyediakan rumah baru di tempat yang lebih aman. “Ini harus segera dilakukan,” tandasnya. (Red)