Kemenkop Dorong Santri jadi Wirausaha

Yogyakarta, Obsessionnews.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM terus memberi dorongan dan motivasi kepada mahasiswa dan santri agar memiliki semangat kewirausahaan. Karena itu, kelompok pemuda ini dituntut harus mengubah mindset atau pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja. "Saya yakin adik-adik punya banyak ide untuk menjadi wirausaha," kata Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop dan UKM, Prakoso BS, melalui siaran persnya, Sabtu (11/2/2017). Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,65 persen atau sekitar 3,7 juta. Padahal untuk menjadi negara maju, jumlah wirausaha harus lebih banyak. Minimal dua persen dari total penduduk. Katakanlah penduduk Indonesia 252 juta orang, maka dibutuhkan 4,8 juta wirausaha. Prakoso mengatakan dengan bertambahnya wirausaha dari kalangan pemuda melalui pemberdayaan ekonomi rakyat diharapkan bisa memecahkan masalah penganguran dan kemiskinan. Selama ini masalah pengangguran mencapai 5,81 persen dan angka kemiskinan mencapai 28,59 juta atau 11,22 persen. "Jadi Gerakan Kewirausahaan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengatasi pengangguran dan kemiskinan," terang Prakoso. Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ia menegaskan suka atau tidak, masyarakat khususnya UKM harus berbenah diri. Banyak peluang bagi UKM meraih potensi pasar dan peluang investasi. Apalagi sekarang ini terjadi perubahan prilaku pasar yang kecenderungan membangun jejaring lewat pemanfaatan teknologi informasi (IT). "Ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik," ujarnya. Di era globalisasi menjadikan IT sebagai alat berkomunikasi secara cepat dan akurat. Kegiatan jual beli tidak hanya dilakukan di toko atau temnpat/lapak. Karena bisa dilakukan di rumah, sehingga berdampak efisiensi terhadap kegiatan usaha. Dewan Pembina Santripreneur, Ahmad Sugeng Utomo, optimis tak hanya dua persen. Indonesia bisa mengejar jumlah wirausaha hingga 10 persen dari total penduduk. Namun untuk mencapai angka 10 persen wirausaha, ia meminta semua pihak harus ikut terlibat, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat. "Pemerintah atau Kemenkop dan UKM tidak bisa jalan sendiri. Pemda, pelaku usaha dan masyarakat juga harus terlibat," ujar pria yang akrab dipanggil Kyai H Gus Ut tersebut. (Has)





























