Pentolan Gerindra: Luhut Jangan Ikut Cawe-cawe Kasus Ahok

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi harus mendinginkan suasana Pilgub DKI Jakarta 2017 dan harus menunjukkan sikap netral. “Selain itu, Jokowi juga harus bisa kendalikan Luhut Panjaitan yang notabene adalah anggota kabinet pemerintah pusat untuk tidak terlalu banyak turut campur dan cawe-cawe permasalahan hukum yang sedang dihadapi Ahok,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada Obsessionnews.com, Senin (6/2/2017). Sebab, jelas Arief, kedatangan Luhut Panjaitan ke rumah KH Maruf Amin dianggap publik sebagai ketidaknetralan dari pihak Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta. Seperti prediksi Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tahun lalu menilai stabilitas politik di RI sedang mengalami gangguan menjelang Pilkada di DKI. "Instabilitas dapat membuat negara terperosok, dari keadaan tertib sipil ke dalam darurat sipil,” tutur Pentolan Gerindra. [caption id="attachment_54829" align="alignleft" width="370"]
Arief Poyuono mengatakan, kedatangan Luhut Panjaitan ke rumah KH Maruf Amin dianggap publik sebagai ketidaknetralan dari pihak Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta.[/caption] Artinya, lanjut dia, kerusuhan sosial akibat Pilgub DKI akan sangat berpotensi terjadi. “Saya sudah mengecheck ke grass root di Jakarta kalau sudah mulai terjadi suasana yang kurang kondusif dan mengarah pada kerusuhan Sosial. Seperti hari ini sekelompok massa sudah menyerbu dan mendemo Rumah kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan,” ungkap Arief yang juga Aktivis garis keras. “Karena itu, saya mengimbau Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan guna mendinginkan suasana jelang Pilgub DKI Jakarta. Apalagi banyak kawan saya di luar negeri juga sudah banyak bertanya tentang situasi Jakarta jelang pilkada akan adanya potensi kerusuhan sosial yang mengarah pada sentimen SARA,” tambahnya. “Jangan biarkan api dalam sekam terus membara nanti kalau terjadi kerusuhan akibat Pilkada DKI Jakarta, nama Joko Widodo sebagai Presiden akan tercoreng dan akan banyak dampak negatif terhadap perekonomian nasional seperti bisa terjadi capital flight dan rush di perbankan secara besar-besaran. Apalagi saat ini kondisi ekonomi nasional lagi menuju ancaman krisis!” seru Wakil Ketua Umum Gerindra. (Red)
Arief Poyuono mengatakan, kedatangan Luhut Panjaitan ke rumah KH Maruf Amin dianggap publik sebagai ketidaknetralan dari pihak Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta.[/caption] Artinya, lanjut dia, kerusuhan sosial akibat Pilgub DKI akan sangat berpotensi terjadi. “Saya sudah mengecheck ke grass root di Jakarta kalau sudah mulai terjadi suasana yang kurang kondusif dan mengarah pada kerusuhan Sosial. Seperti hari ini sekelompok massa sudah menyerbu dan mendemo Rumah kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan,” ungkap Arief yang juga Aktivis garis keras. “Karena itu, saya mengimbau Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan guna mendinginkan suasana jelang Pilgub DKI Jakarta. Apalagi banyak kawan saya di luar negeri juga sudah banyak bertanya tentang situasi Jakarta jelang pilkada akan adanya potensi kerusuhan sosial yang mengarah pada sentimen SARA,” tambahnya. “Jangan biarkan api dalam sekam terus membara nanti kalau terjadi kerusuhan akibat Pilkada DKI Jakarta, nama Joko Widodo sebagai Presiden akan tercoreng dan akan banyak dampak negatif terhadap perekonomian nasional seperti bisa terjadi capital flight dan rush di perbankan secara besar-besaran. Apalagi saat ini kondisi ekonomi nasional lagi menuju ancaman krisis!” seru Wakil Ketua Umum Gerindra. (Red) 




























