Klaim Tujuh Prestasi Ahok Tanpa Data dan Fakta

Oleh: Muchtar Effendi Harahap, Ketua Dewan Pendiri Network for South East Asian Studies (NSEAS), dan Alumnus Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UGM,Yogyakarta (1982) Selama Ahok berkuasa sebagai Gubernur DKI Jakarta, media massa dan medsos paling sering membeberkan prestasi Ahok menggusur paksa rakyat miskin DKI, dan juga membela habis pembangunan pulau-pulau palsu/reklamasi. Publik tidak pernah disodorkan data, fakta dan angka prestasi Ahok bidang infrastruktur/konstruksi. Tatkala memasuki era kampanye Pilkada DKI 2017, kalangan pendukung buta Ahok kehabisan akal untuk membuktikan prestasi Ahok kecuali penggusuran dan pulau palsu. Jika prestasi konflik dengan pejabat negara lain, sudah tak perlu lagi dibeberkan, dari mulai konflik dengan Wali Kota Jakarta Utara hingga Menko Maritim dan Wapres. Untuk menutupi kelemahan prestasi Ahok, lalu pendukung buta Ahok mengangkat beberapa proyek/kegiatan infrastruktur, dan aspek kelembagaan diklaim sebagai prestasi Ahok. Ironisnya, pendukung buta Ahok juga mengangkat prilaku politik Ahok sebagai gubernur berprestasi jujur, bersih dan tak mau menerima uang sogok. Tetapi, mereka menghindar dari sejumlah keputusan politik Ahok sebagai gubernur yang menguntungkan pengembang dan pihak lain, secara teoritis disebut sebagai "korupsi sandera negara". Korupsi semacam ini bukan mengambil uang APBN atau APBD, tetapi dari korporasi-korporasi yang memperoleh keuntungan bisnis dari keputusan Ahok. Sebagai contoh keputusan pembangunan pulau palsu. Network for South East Asian Studies (NSEAS) menyoal klaim prestasi Ahok versi pendukung buta Ahok berdasarkan data, fakta dan angka yang disajikan portal http//: pendapat.id, 1 Desember 2016. Berikut ini sajian pendapat.id. tentang tujuh klaim prestasi Ahok dimaksud. Sebelumnya, bagi pendukung buta Ahok suka ngeles atau berkilah soal sumber data, silakan baca catatan kaki dibawah tulisan ini. *** Jakarta telah berada pada era “pencitraan”, di mana terkadang persepsi terlalu jauh berbeda dengan realita yang ada. Di negeri yang menganut sistem pemilihan suara terbanyak, terkadang banyak opini dihembuskan untuk mengaburkan fakta sebenarnya. Inilah tujuh klaim prestasi Ahok, penguasa Jakarta, yang dapat dikelompokan sebagai kisah berbeda antara persepsi dan realita yang ada.
- Hanya di masa sang penguasalah program “pengerukan” sungai benar-benar berjalan
- Hanya di masa sang penguasalah penggusuran memperoleh solusi
- Penguasa sekarang memiliki kinerja yang baik
- Penguasa Jakarta saat ini berhasil mewujudkan pemerintahan yang transparan
- Penguasa Jakarta saat ini berhasil mewujudkan Pemerintahan yang bersih & anti korupsi
- Penguasa Jakarta saat ini adalah gubernur yang Jujur
- Penguasa Jakarta saat ini adalah gubernur yang berani terhadap siapa saja





























