Bank Mayapada: Kinerja Meningkat, Alam Terjaga

Sukses dalam menjaga kinerja dan meningkatkan performa perseroan, Bank Mayapada juga mampu memperlihatkan entitas bisnis yang peduli terhadap lingkungan. Dari sekian banyak bank swasta nasional, Bank Mayapada boleh dibilang sebagai bank swasta yang dua tahun belakangan ini memiliki progres luar biasa. Tengok saja di tahun 2015, ketika terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, bank ini malah membukukan kinerja yang lumayan. Dimana sepanjang kuartal III tahun 2015 Bank Mayapada mampu mencatatkan kenaikan penyaluran kredit sebesar 20% menjadi Rp 27,4 triliun. Kenaikan itu menjadi pendongkrak utama laba Bank Mayapada. Hingga akhir September 2015, laba bersih bank dengan kode saham MAYA ini meningkat 32,27% menjadi sebesar Rp 500 miliar.
Di tahun 2016, bank milik filantropis Dato’ Sri Tahir ini juga memperlihatkan kinerja yang berkilau. Pada semester I 2016 laba bersih perseroan tercatat meningkat 67,74 persen dari Rp 327 miliar di semester I 2015 menjadi Rp 548 miliar di semester I 2016. Kenaikan laba ini ditopang pendapatan bunga yang naik 21,7 persen dari Rp 2,3 triliun di semester I 2015 menjadi Rp 2,8 triliun di semester I 2016. Laba per saham pun tercatat naik menjadi Rp 127,49 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4,8 per saham. Sukses kembali diulang pada September 2016 dimana Bank Mayapada mampu membukukan laba bersih komprehensif sebesar Rp761,751 miliar, naik 48,4% (YoY) jika dibandingkan laba bersih Rp513,306 miliar periode sama tahun 2015. Adapun dana pihak ketiga(DPK) yg berhasil didapatkan juga meningkat hingga September 2016 ini menjadi sebesar Rp.46,897 triliun. Bahkan pada laporan keuangan bulanan di November 2016, laba komprehensif ini meningkat menjadi sebesar Rp. 1,74 triliun. Padahal, perlambatan ekonomi saat itu masih terasa. Sementara untuk kredit macet (NPL) mengalami penurunan per September 2016, dimana posisi NPL gross berada di 2,38% turun menjadi 1,69% pada Desember 2016. [caption id="attachment_174215" align="alignright" width="346"]
Beberapa tropi penghargaan yang diperoleh Bank Mayapada[/caption] Tentu saja keberhasilan demi keberhasilan yang diraih bank dibawah kepemimpinan Hariyono Tjahjarijadi sebagai Direktur Utama, ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari lembaga bergengsi antara lain sebagai “Bank Umum Swasta Devisa Terbaik” (Bisnis Indonesia), Bank Terbaik 2016, Kategori “Bank Umum Aset > Rp. 25 T- Rp. 100 T” (Majalah Investor Awards), “Platinum Trophy” atas kinerja keuangan “Sangat Bagus” di tahun 2006-2015 (Infobank), kemudian mendapatkan Peringkat 1 kategori Buku 2 untuk Finance, Good Corporate Governance, Legal dan Risk Management (Anugerah Perbankan Indonesia 2016 oleh Majalah Economic Review). Bank Mayapada juga masuk dalam Top 50 Companies, Best of The Best Awards List 2016 (Forbes Indonesia), Peringkat 1 Buku 2, Kelompok usaha bank pada sektor keuangan (Anugerah Perusahaan Terbuka 2016 oleh Majalah Economic Review) dan TOP Bank 2016 kategori Buku 2 (Top Bank 2016 oleh Majalah BusinessNews Indonesia). Dalam konteks pengelolaan, bank ini juga menyabet Penghargaan GCG terbaik perusahaan TBK (Swasta) Di Indonesia dengan Predikat sangat baik (A) (Indonesia Good Corporate Governance Awards oleh Majalah Economic Review). Konsentrasi Bank Mayapada yang sejak tahun 2016 mempertahankan aktivitas pemasaran yang intensif untuk produk funding terus berjalan dengan baik melalui produk unggulannya seperti “My Saving”, “My Saving Super Benefit”, “My Family Saving”, “My Depo”, “My Dollar”, “My Giro”, serta peluncuran produk tabungan baru yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Tabungan Simpel. Memasuki tahun 2017, Bank Mayapada menargetkan untuk naik dari Bank kategori Buku 2 ke kategori Buku 3. Untuk itu, di triwulan IV tahun 2016, Bank Mayapada telah menyelesaikan pelaksanaan right issue/Penawaran Umum Terbatas IX untuk menambah modal sebesar Rp. 1 Triliun guna memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan aktiva produktif dalam bentuk kredit. “Dengan Aksi Korporasi tersebut, Modal Inti Bank Mayapada telah melebihi Rp5 Triliun per akhir tahun 2016,” aku Hariyono. Jika berbicara keberhasilan, tentu tak lepas dari kemampuan korporasi dalam terus berinovasi. Itu jugalah yang dilakukan Bank Mayapada. Selain mempertahankan dan meningkatkan daya saing produk-produk Funding, Bank Mayapada juga mengembangkan layanan electronic banking dengan melakukan penambahan fitur-2 pada layanan ATM serta SMS/Mobile Banking. Bank juga meluncurkan layanan Internet banking untuk menambah kemudahan nasabah mengakses rekening 24 jam sehari dalam 7 hari. “Sementara untuk meningkatkan brandawareness, Bank Mayapada terus mengembangkan jaringan kantor di berbagai daerah di Indonesia dan menempatkan advertising pada billboard di beberapa daerah di Indonesia, serta berkolaborasi dengan partner bank lain dengan kerjasama cobranding,” ucap Hariyono Tjahjarijadi . [caption id="attachment_174217" align="aligncenter" width="640"]
Gerakan menjaga lingkungan hidup.[/caption] Selain inovasi, ada juga strategi khusus atau program khusus Bank Mayapada di 2017 dalam meningkatkan product konsumer banking yakni dengan mengembangkan produk dan layanan e-banking/e-channel, IB, dan Bank Mayapada Flazz BCA. Bahkan salahsatunya adalah dengan rencana peluncuran credit card yang saat ini sedang dalam proses final persetujuan OJK. Setelah sukses dalam membangun kinerja korporasi, satu hal yang tak dilupakan Bank Mayapada adalah meningkatkan Corporate Social Responsibility (CSR). Di tahun 2016 ini, program CSR yang terus digenjot adalah pemberian beasiswa, bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako, bantuan ke panti jompo dan panti Asuhan, serta bantuan ke sekolah negeri yang memprihatinkan. Untuk pelestarian lingkungan hidup, juga dilakukan program “Mayapada Go Green” yang antara lain mengedukasi masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan saat ini dengan melakukan aktivitas dan kegiatan ramah lingkungan seperti melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitarnya maupun di daerah dimana kantor Bank Mayapada berada. Salah satunya adalah dengan menanam pohon bakau di area Taman Wisata Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Tak hanya di lingkungan sekitar, di internal kantor Bank Mayapada sendiri dilakukan gerakan kesadaran untuk menjaga lingkungan seperti memberikan imbauan untuk efisiensi pemakaian listrik, air, dan penggunakan kertas kerja kantor. (Ali Usman)
Di tahun 2016, bank milik filantropis Dato’ Sri Tahir ini juga memperlihatkan kinerja yang berkilau. Pada semester I 2016 laba bersih perseroan tercatat meningkat 67,74 persen dari Rp 327 miliar di semester I 2015 menjadi Rp 548 miliar di semester I 2016. Kenaikan laba ini ditopang pendapatan bunga yang naik 21,7 persen dari Rp 2,3 triliun di semester I 2015 menjadi Rp 2,8 triliun di semester I 2016. Laba per saham pun tercatat naik menjadi Rp 127,49 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 4,8 per saham. Sukses kembali diulang pada September 2016 dimana Bank Mayapada mampu membukukan laba bersih komprehensif sebesar Rp761,751 miliar, naik 48,4% (YoY) jika dibandingkan laba bersih Rp513,306 miliar periode sama tahun 2015. Adapun dana pihak ketiga(DPK) yg berhasil didapatkan juga meningkat hingga September 2016 ini menjadi sebesar Rp.46,897 triliun. Bahkan pada laporan keuangan bulanan di November 2016, laba komprehensif ini meningkat menjadi sebesar Rp. 1,74 triliun. Padahal, perlambatan ekonomi saat itu masih terasa. Sementara untuk kredit macet (NPL) mengalami penurunan per September 2016, dimana posisi NPL gross berada di 2,38% turun menjadi 1,69% pada Desember 2016. [caption id="attachment_174215" align="alignright" width="346"]
Beberapa tropi penghargaan yang diperoleh Bank Mayapada[/caption] Tentu saja keberhasilan demi keberhasilan yang diraih bank dibawah kepemimpinan Hariyono Tjahjarijadi sebagai Direktur Utama, ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari lembaga bergengsi antara lain sebagai “Bank Umum Swasta Devisa Terbaik” (Bisnis Indonesia), Bank Terbaik 2016, Kategori “Bank Umum Aset > Rp. 25 T- Rp. 100 T” (Majalah Investor Awards), “Platinum Trophy” atas kinerja keuangan “Sangat Bagus” di tahun 2006-2015 (Infobank), kemudian mendapatkan Peringkat 1 kategori Buku 2 untuk Finance, Good Corporate Governance, Legal dan Risk Management (Anugerah Perbankan Indonesia 2016 oleh Majalah Economic Review). Bank Mayapada juga masuk dalam Top 50 Companies, Best of The Best Awards List 2016 (Forbes Indonesia), Peringkat 1 Buku 2, Kelompok usaha bank pada sektor keuangan (Anugerah Perusahaan Terbuka 2016 oleh Majalah Economic Review) dan TOP Bank 2016 kategori Buku 2 (Top Bank 2016 oleh Majalah BusinessNews Indonesia). Dalam konteks pengelolaan, bank ini juga menyabet Penghargaan GCG terbaik perusahaan TBK (Swasta) Di Indonesia dengan Predikat sangat baik (A) (Indonesia Good Corporate Governance Awards oleh Majalah Economic Review). Konsentrasi Bank Mayapada yang sejak tahun 2016 mempertahankan aktivitas pemasaran yang intensif untuk produk funding terus berjalan dengan baik melalui produk unggulannya seperti “My Saving”, “My Saving Super Benefit”, “My Family Saving”, “My Depo”, “My Dollar”, “My Giro”, serta peluncuran produk tabungan baru yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Tabungan Simpel. Memasuki tahun 2017, Bank Mayapada menargetkan untuk naik dari Bank kategori Buku 2 ke kategori Buku 3. Untuk itu, di triwulan IV tahun 2016, Bank Mayapada telah menyelesaikan pelaksanaan right issue/Penawaran Umum Terbatas IX untuk menambah modal sebesar Rp. 1 Triliun guna memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan aktiva produktif dalam bentuk kredit. “Dengan Aksi Korporasi tersebut, Modal Inti Bank Mayapada telah melebihi Rp5 Triliun per akhir tahun 2016,” aku Hariyono. Jika berbicara keberhasilan, tentu tak lepas dari kemampuan korporasi dalam terus berinovasi. Itu jugalah yang dilakukan Bank Mayapada. Selain mempertahankan dan meningkatkan daya saing produk-produk Funding, Bank Mayapada juga mengembangkan layanan electronic banking dengan melakukan penambahan fitur-2 pada layanan ATM serta SMS/Mobile Banking. Bank juga meluncurkan layanan Internet banking untuk menambah kemudahan nasabah mengakses rekening 24 jam sehari dalam 7 hari. “Sementara untuk meningkatkan brandawareness, Bank Mayapada terus mengembangkan jaringan kantor di berbagai daerah di Indonesia dan menempatkan advertising pada billboard di beberapa daerah di Indonesia, serta berkolaborasi dengan partner bank lain dengan kerjasama cobranding,” ucap Hariyono Tjahjarijadi . [caption id="attachment_174217" align="aligncenter" width="640"]
Gerakan menjaga lingkungan hidup.[/caption] Selain inovasi, ada juga strategi khusus atau program khusus Bank Mayapada di 2017 dalam meningkatkan product konsumer banking yakni dengan mengembangkan produk dan layanan e-banking/e-channel, IB, dan Bank Mayapada Flazz BCA. Bahkan salahsatunya adalah dengan rencana peluncuran credit card yang saat ini sedang dalam proses final persetujuan OJK. Setelah sukses dalam membangun kinerja korporasi, satu hal yang tak dilupakan Bank Mayapada adalah meningkatkan Corporate Social Responsibility (CSR). Di tahun 2016 ini, program CSR yang terus digenjot adalah pemberian beasiswa, bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako, bantuan ke panti jompo dan panti Asuhan, serta bantuan ke sekolah negeri yang memprihatinkan. Untuk pelestarian lingkungan hidup, juga dilakukan program “Mayapada Go Green” yang antara lain mengedukasi masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan saat ini dengan melakukan aktivitas dan kegiatan ramah lingkungan seperti melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitarnya maupun di daerah dimana kantor Bank Mayapada berada. Salah satunya adalah dengan menanam pohon bakau di area Taman Wisata Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Tak hanya di lingkungan sekitar, di internal kantor Bank Mayapada sendiri dilakukan gerakan kesadaran untuk menjaga lingkungan seperti memberikan imbauan untuk efisiensi pemakaian listrik, air, dan penggunakan kertas kerja kantor. (Ali Usman) 




























