Rahasia Trump dengan Rusia Terbongkar oleh Intelijen Inggris

Obsessionnews.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memulangkan 35 diplomat Rusia dinilai sebagai bentuk kemarahan AS atas tindakan Rusia, yang berani ikut campur melakukan operasi maya dalam pemilihan presiden Amerika dengan menakut-nakuti para pejabatanya. Obama menilai kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS tidak lain karena adanya campur tangan dari Rusia. Hal ini dibenarkan oleh mantan perwira intelijen Inggris yang telah diidentifikasi sebagai orang di balik laporan yang menghebohkan sseputar Trump. Ia juga disebut sebagai orang yang membongkar kasus korupsi di FIFA. Diberitakan oleh Columbia Journalism Review, kehebohan bermula saat sebuah media AS, Buzzfeed, didorong oleh laporan CNN mempublikasikan laporan sebanyak 35 halaman tentang dugaan hubungan jangka panjang yang terjadi antara Trump dengan Rusia. Dokumen tersebut berisi referensi mengenai informasi rahasia yang dikumpulkan Rusia mengenai Trump, dan tuduhan bahwa selama kampanye, Trump secara reguler melakukan kontak dengan para pejabat Rusia. Tujuannya untuk menakuti-nakuti tentang beberapa skandal kasus yang dilakukan oleh pejabat AS. Lalu nama Christopher Steele, 52 tahun, kini mencuat. Ia adalah mantan anggota MI6, agen rahasia Inggris, yang kini menjalankan Orbis, sebuah bisnis intelijen yang berbasis di London. Namanya disebut sebagai orang yang menulis laporan setebal 35 halaman yang dipublikasikan oleh Buzzfeed. The Wall Street Journal menjadi media yang pertama mengungkap nama Steele ke publik, setelah berbulan-bulan tak ada yang menyebut siapa tokoh di balik laporan setebal 35 halaman itu. Berkas itu berisi informasi, juga tuduhan yang belum diverifikasi, bahwa para pejabat keamanan Rusia telah mengumpulkan dokumen rahasia tentang Trump yang dapat digunakan untuk memerasnya. Diberitakan oleh BBC, 12 Januari 2017, banyak hal memalukan tentang Trump berhasil dikumpulkan, di antaranya video Trump bersama PSK dan informasi besar soal aktivitas bisnis Trump. Laporan Steele tak bisa dianggap sebelah mata. Steele adalah orang yang pernah membongkar korupsi di badan sepakbola dunia, FIFA. Menurut informasi dari mantan pejabat intelijen Inggris, selama bertahun-tahun Steele bekerja di bawah perlindungan diplomatik, yang dikenal sebagai MI6, di Rusia dan Paris, juga di Kantor Urusan Luar Negeri di London.Setelah meninggalkan pekerjaan sebagai mata-mata, Steele menjadi pemasok informasi bagi Federal Bureau of Investgation (FBI) AS soal korupsi di badan sepak bola internasional, FIFA. "Adalah tugasnya menyelidiki korupsi di badan sepakbola internasional yang mengarahkan kepercayaan mengenai keterlibatan Trump dengan Rusia," ujar seorang pejabat AS. Hasil kerja Steele mengenai FIFA berhasil membongkar skandal korupsi besar yang membuat sejumlah pengurus senior di FIFA, termasuk Presiden FIFA Sepp Blatter mengundurkan diri. Soal pemilu AS juga hubungan Trump dan Rusia terungkap diawali saat Steele dikontak oleh FusionGPS, sebuah lembaga riset politik yang berbasis di Washington. Ia disewa untuk melakukan investigasi terhadap Trump oleh seorang Republikan yang ingin agar Trump tak masuk nominasi. Kabarnya, awalnya Steele disewa oleh Jeb Bush, salah satu dari 16 lawan Trump di Partai Republik. Namun nama Jeb Bush belum bisa dibuktikan. Meski kemudian Trump memenangkan nominasi dari Partai Republik, namun FusionGPS terus menugaskan Steele. (Albar)





























