Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Asosiasi Pelabuhan Dunia

Denpasar, Obsessionnews.com – Tahun 2017 Indonesia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan konferensi asosiasi pelabuhan dunia, atau “The 30th IAPH World Ports Conference”. Rencananya sebanyak 1.500 anggota delegasi akan turut hadir dalam acara yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) ini. Dikutip laman http://www.iaphbali2017.com/ acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 7-12 Mei 2017 ini, memilih lokasi penyelenggaraan di Bali sebab memiliki reputasi tinggi akan tujuan wisatanya. Tak hanya itu Bali merupakan pulau yang memiliki rekor hosting untuk berbagai macam event international. Penyelenggaraan yang dilaksanakan Indonesia tidak lepas dari sejarah International Association of Port and Harbors (IAPH) yang berkantor pusat di Jepang,yang telah memainkan peran aktif sebagai negara anggota organisasi bergengsi ini. Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Edi Priyanto mengatakan acara ini diharapkan menjadi forum potensial bagi para pelaku binsis kepelabuhan. “Acara ini diharapkan menjadi forum potensial untuk bisa saling mempromosikan ide dan produk masing-masing, selain oti menjadi pembelajaran bagi pengelolaan pelabuhan di Tanah Air,” papar Edi. Selain itu melalui acara ini, pihaknya akan dapat berbagi dengan Anda mengatur seluruh pengalaman kami dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan negara di pelabuhan dan bisnis maritim. IAPH yang didirikan pada 1955 ini merupakan aliansi pelabuhan global, yang kini mewakili lebih dari 200 pelabuhan di 90 negara dengan mewakili lebih dari 200 pelabuhan di 90 negara. Saat ini total kargo yang dilayani mencapai 60 persen dari perdagangan dunia via laut dan 80 persen arus peti kemas di seluruh belajan dunia. Konferensi ini sendiri diadakan setiap dua tahun, yang biasanya pada bulan April, Mei atau Juni. Dan umumnya dikenal dengan IAPH World Ports Conference. “Pada konferensi ini komisaris, direktur, manager dan orang yang bertanggung jawab mengelola dan mengoperasikan pelabuhan berkumpul dalam satu atap guna berbagi pengalaman dan informasi terkait isu-isu yang menjadi kepentingan bersama,” tutur Edi. (Aprilia Rahapit) Sumber 1





























