Kedubes Palestina Resmi Dibuka di Vatikan

Kedubes Palestina Resmi Dibuka di Vatikan
Vatikan - Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Vatikan, segera dibuka secara resmi pada hari Jumat (13/1/2017). ISNA (12/1) melaporkan, Jumat besok, untuk pertama kalinya akan diadakan acara pembukaan Kedubes Palestina di Vatikan dengan dihadiri oleh para pemimpin Katolik dunia dan Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah. Seperti dilansir ParsToday, Pemimpin Otorita Ramallah, Palestina, pada hari Kamis (12/1) ini, memulai lawatannya ke Italia, Vatikan dan Perancis. Menurut Riyad Maliki, Menteri Luar Negeri Palestina, dalam pertemuan Mahmoud Abbas dengan Paus Fransiskus, dibicarakan bahaya dan dampak pemindahan Kedubes Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. Kongres Amerika beberapa tahun lalu sempat memvoting usulan pemindahan Kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, namun presiden Amerika dari setiap periode pemerintahan negara itu, baik dari Demokrat maupun Republik, tidak pernah melaksanakannya. Berdasarkan resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB, wilayah Timur Baitul Maqdis dinyatakan sebagai wilayah yang diduduki rezim Zionis Israel dan rezim ini tidak diperkenankan untuk mengumumkan Baitul Maqdis sebagai ibukotanya. Sebelumnya, Dewan Tinggi Islam al-Quds menyebut pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke al-Quds sebagai pengumuman perang terhadap rakyat Palestina dan umat Islam. Seperti dilansir IRNA, Dewan Tinggi Islam al-Quds dalam pernyataannya pada Selasa (10/1/2017) menyebutkan, pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds sama halnya dengan pengabaian penuh terhadap hak-hak umat Islam dan Kristen di kota ini. Ditegaskan pula bahwa posisi AS bertentangan dengan posisi masyarakat internasional yang menilai kota al-Quds sebagai wilayah pendudukan. Barack Obama, Presiden AS pada awal Desember 2016 menunda rencana pemindahan Kedubes negara ini dari Tel Aviv ke al-Quds pendudukan selama enam bulan. Donald Trump, Presiden terpilih AS di masa kampanyenya berjanji untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds pendudukan, di mana masalah ini telah menyulut berbagai reaksi pihak-pihak Palestina dan internasional. (*/Red)